banner 720x220

Bertahan dari Cilok, Oding: 10 Tahun Menjajakan Dagangan demi Menghidupi Keluarga

“Kadang-kadang ada yang bandel yang ngutang,” kata dia.

Kendati begitu, Oding tidak menganggap persoalan tersebut sebagai alasan untuk berhenti.

Ia memilih tetap berjualan dan menjalani pekerjaannya.

Pernah Mendapat Bantuan Pemerintah

Di tengah kondisi ekonomi yang menurutnya cukup sulit, Oding mengaku pernah menerima bantuan pemerintah.

Namun, bantuan tersebut tidak lagi ia dapatkan belakangan ini.

“Kalau dulu mah ada, sekarang mah tidak ada, tidak kebagian,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah tetap memperhatikan pedagang kecil seperti dirinya.

Ia tidak meminta sesuatu yang muluk. Oding lebih banyak berharap kondisi ekonomi membaik sehingga masyarakat memiliki daya beli.

Menurut dia, harga kebutuhan yang terjangkau akan membantu masyarakat sekaligus pedagang kecil.

Sebab, ketika daya beli masyarakat membaik, pedagang seperti dirinya juga ikut merasakan dampaknya.

“Yang penting mah masyarakat enak. Pemerintah mah yang enak lah, jadi penghasilannya makan, dinikmati,” kata Oding.

Menariknya, meski harga sejumlah kebutuhan meningkat, Oding mengaku belum menaikkan harga cilok yang dijualnya.

Ia memilih mempertahankan harga agar tetap terjangkau bagi pembeli.

Menjalani dengan Ikhtiar

Oding mengatakan dirinya tidak ingin terlalu banyak mengeluh.

Ia memilih menjalani pekerjaan tersebut dengan ikhtiar semaksimal mungkin.

“Dijalani saja,” katanya.

Baginya, berjualan cilok merupakan bentuk usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi selama masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia memilih bersyukur.

Oding juga menyadari kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, ia berusaha tidak menggantungkan penghasilan pada satu pekerjaan saja.

Di balik gerobak ciloknya, Oding memiliki keluarga yang menjadi alasan utama untuk terus bekerja.

Ia mengatakan memiliki dua anak dan seorang istri.

“Satu,” jawabnya ketika ditanya mengenai jumlah istrinya, sembari bercanda.

Percakapan itu kemudian ditutup dengan suasana ringan.

Bagi Oding, perjalanan berjualan cilok belum selesai.

Selama masih ada kesempatan mencari nafkah, ia akan terus mendorong gerobaknya, menawarkan cilok kepada pembeli, dan berharap rezeki datang dari setiap langkahnya.

“Kalau sekarang mah pasrah kepada Allah saja,” ujar Oding.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *