Kondusif.com,- Jaringan perjudian daring terus mengubah cara kerja mereka seiring perkembangan teknologi digital. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menemukan pelaku kini memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mempertahankan operasional bisnis ilegal tersebut.
Teknologi itu antara lain digunakan untuk mempercepat pergantian situs ketika akses terhadap platform perjudian diblokir.
Pelaku juga berpindah-pindah rekening dan menggunakan berbagai skema untuk menyamarkan pergerakan uang hasil perjudian.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Adex Yudiswan mengatakan perkembangan teknologi membuat jaringan judi daring semakin mudah beradaptasi.
Menurut dia, pelaku dapat segera membuat infrastruktur digital baru setelah perangkat atau rekening yang mereka gunakan ditindak.
“Sehingga saat akun website itu dilakukan pemblokiran, dengan cepat dia akan membentuk website yang baru. Saat akun personal daripada rekening itu ditutup, dengan cepat dia sudah berpindah kepada akun yang lain,” kata Adex dalam konferensi pers pengungkapan kasus judi daring di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Permintaan Tinggi Jadi Celah
Adex menilai keberlangsungan perjudian daring tidak hanya dipengaruhi kemampuan teknologi pelaku.
Tingginya permintaan terhadap layanan judi juga menciptakan pasar yang kemudian dimanfaatkan jaringan kriminal.
Ia membandingkan fenomena tersebut dengan tindak pidana lain yang bisa muncul karena kondisi tertentu.
Dalam perjudian, kata dia, pengguna justru secara aktif mencari layanan tersebut. Kondisi itu membuat pelaku memiliki insentif untuk terus menyediakan platform baru.
“Jadi, antara demand dengan pasar itu konsepnya hampir sama. Kalau tindak pidana lain mungkin dia terpaksa untuk melakukan, tapi kalau judi, apa pun ceritanya mereka yang mencari,” ujar Adex.
Karena itu, pemberantasan perjudian daring tidak cukup hanya dengan memutus akses terhadap satu situs.
Ketika satu platform ditutup, jaringan dapat kembali muncul melalui alamat atau rekening berbeda.
Di sisi lain, pelaku juga memanfaatkan akun nominee dan pola layering untuk menyulitkan aparat mengikuti jejak transaksi.
Pola tersebut memungkinkan dana berpindah melalui sejumlah rekening atau pihak sebelum mencapai tujuan akhirnya.
Jaringan Beroperasi Lintas Negara
Tantangan lain muncul karena jaringan perjudian daring bekerja tanpa batas geografis.
Adex mengatakan bagian-bagian dari satu jaringan dapat tersebar di beberapa negara.














