Ramainya wisatawan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Saat ini terdapat sekitar 17 pelaku UMKM yang menjalankan usaha di kawasan wisata.
Karena itu, menurut Fauzan, pengembangan Cadas Ngampar bukan hanya berkaitan dengan kepentingan pengelola.
Ada masyarakat yang ikut menggantungkan aktivitas ekonominya pada keberadaan destinasi tersebut.
Target Naik Kelas
Dukungan pengembangan semakin dibutuhkan karena Cadas Ngampar kini memiliki target lebih tinggi.
Desa Wisata Gunungsari berhasil masuk 10 besar desa/kampung wisata Jawa Barat.
Setelah capaian tersebut, pengelola membidik posisi tiga besar di tingkat provinsi.
Tak berhenti di sana, jika berlanjut ke tingkat nasional melalui Wonderful Indonesia Awards 2026, pengelola menargetkan bisa masuk 10 besar.
Untuk menghadapi tahapan berikutnya, pengelola mulai mempersiapkan sejumlah hal.
Data dan arsip destinasi dibenahi, sumber daya manusia disiapkan, dan kebersihan kawasan menjadi perhatian utama.
“Sebagian kita sudah persiapkan, tentang data-data, arsip-arsip kita terus persiapkan, terus kebersihan utamanya, kebersihan,” katanya.
Pengembangan Tetap Jaga Alam
Fauzan menegaskan dukungan terhadap pengembangan wisata juga harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.
Cadas Ngampar mengandalkan wisata alam dan aliran air yang berasal langsung dari hulu sungai.
Karena itu, kelestarian sumber air menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi.
Pengelola sebelumnya telah melakukan penanaman pohon di kawasan hulu sungai untuk membantu menjaga ekosistem air.
Selain itu, pengelola juga berkoordinasi dengan Majelis Ulama Desa agar aktivitas wisata tetap berjalan secara positif dan tidak menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah, pengelola berharap Cadas Ngampar tidak hanya mampu mempertahankan pencapaian di tingkat Jawa Barat.
Lebih jauh, destinasi tersebut diharapkan bisa berkembang menjadi wisata unggulan Ciamis yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian alam.














