banner 720x220

Pengelola Cadas Ngampar: Pengembangan Wisata Butuh Dukungan Anggaran

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam. (Dok, foto. Kondusif.com)
Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam. (Dok, foto. Kondusif.com)

Ciamis,Kondusif.com,- Capaian Desa Wisata Gunungsari yang masuk 10 besar desa/kampung wisata Jawa Barat menjadi kebanggaan bagi pengelola Cadas Ngampar. Namun, di balik pencapaian tersebut, pengelola masih menghadapi kebutuhan pengembangan destinasi yang membutuhkan dukungan anggaran.

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam, berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya Dinas Pariwisata, tidak hanya mendorong desa wisata untuk berkembang.

Menurutnya, dukungan nyata juga diperlukan agar pengelola mampu meningkatkan kualitas destinasi.

“Harapan kita sebagai pengelola untuk pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya Dinas Pariwisata, jangan hanya menuntut desa wisata itu agar maju dan berkembang, sedangkan dari instansi tersebut kurang adanya perhatian,” kata Fauzan saat ditemui di lokasi Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Senin (10/8/2026).

Menurut Fauzan, pengembangan desa wisata membutuhkan biaya.

Apalagi, pengelola dituntut meningkatkan fasilitas dan pelayanan agar mampu memberikan pengalaman yang lebih baik kepada wisatawan.

Pengelola Butuh Anggaran Pengembangan

Fauzan mengatakan desa wisata tidak bisa berkembang hanya dengan mengandalkan kemampuan pengelola dan masyarakat.

Ada kebutuhan tertentu yang membutuhkan dukungan pemerintah, terutama untuk pembangunan maupun peningkatan fasilitas.

Dia mengibaratkan desa wisata yang dituntut maju juga harus memiliki modal untuk melakukan pengembangan.

“Desa wisata dituntut untuk maju, tapi maju di situ kita butuh nominal. Jadi butuh share anggaran dari pemerintah yang langsung ditujukan untuk wisata, untuk pengembangan wisata,” ujarnya.

Salah satu kebutuhan yang saat ini dirasakan Cadas Ngampar adalah lahan parkir.

Ketika jumlah wisatawan meningkat, pengelola kesulitan menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi tersebut bahkan membuat kendaraan wisatawan terpaksa diparkir di sepanjang jalan sekitar kawasan wisata.

“Belum adanya tempat parkir atau lahan parkir yang luas, baik itu untuk motor atau mobil. Ketika pengunjung banyak, mobil parkir di mana? Terpaksa pasti di sepanjang jalan,” katanya.

Pernah Diserbu 10 Ribu Wisatawan

Kebutuhan pengembangan fasilitas tersebut sejalan dengan potensi kunjungan Cadas Ngampar yang cukup besar.

Fauzan mengatakan jumlah wisatawan terus meningkat sejak 2022.

Pada momentum Tahun Baru 2026, misalnya, lebih dari 10 ribu pengunjung tercatat masuk ke Cadas Ngampar berdasarkan ticketing.

“Di tahun baru 2026, bulan Januari, ada lebih dari 10.000 pengunjung yang masuk ke wisata sesuai dengan ticketing yang kita jual,” tuturnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *