Ciamis,Kondusif.com,- Pengelola wisata Cadas Ngampar di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, punya cara lain untuk menjaga kunjungan wisatawan di tengah kemarau.
Saat debit air sungai menyusut dan aktivitas tubing harus dihentikan sementara, pengelola mengandalkan wisata camping.

Pengelola Wisata Cadas Ngampar, Fauzan alias Zam Zam, mengatakan kemarau yang berlangsung sekitar tiga bulan membuat debit air di kawasan wisata menurun.
Kondisi tersebut berdampak pada salah satu aktivitas favorit wisatawan, yakni tubing.
“Karena di sini debit airnya kecil, salah satu kegiatan di wisata juga off, itu kegiatan tubing, karena harus memakai debit air yang besar,” kata Fauzan saat ditemui di lokasi Cadas Ngampar, Senin (10/8/2026).
BACA JUGA: Kemarau, Debit Air Cadas Ngampar Ciamis Turun, Tubing Terpaksa Setop
Meski begitu, pengelola tidak ingin kondisi tersebut membuat wisatawan kehilangan pilihan aktivitas.
Mereka kemudian mendorong wisatawan untuk mencoba camping di kawasan wisata.
“Kita dorong ke pengunjung untuk camping, camping di area wisata,” ujarnya.
Ada Pilihan Tenda untuk Wisatawan
Untuk mendukung aktivitas camping, pengelola menyediakan sejumlah pilihan tenda berdasarkan kapasitas.
Tenda dengan kapasitas maksimal empat orang ditawarkan dengan harga Rp290 ribu.
Kemudian, tenda berkapasitas delapan orang dibanderol Rp595 ribu.
Sementara itu, wisatawan yang datang bersama rombongan lebih besar bisa memilih tenda berkapasitas maksimal 10 orang dengan tarif Rp780 ribu.
Selain camping, tersedia pula fasilitas homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam dengan pilihan akomodasi yang lebih nyaman.
Dengan pilihan tersebut, pengelola berharap wisatawan tetap bisa menikmati Cadas Ngampar meski aktivitas wisata air belum dapat berjalan maksimal.
Tak Hanya Andalkan Wisata Air
Cadas Ngampar memang dikenal karena potensi wisata alam dan airnya.














