banner 720x220
News  

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan, Tegaskan Ucapan “Seperti Sirkus” Merujuk Kondisi Rapat

Deddy Yevri Sitorus. (Dok, foto. Instagram/@deddyyevrisitorus)
Deddy Yevri Sitorus. (Dok, foto. Instagram/@deddyyevrisitorus)

Keenam, Deddy menegaskan komitmennya menjaga hubungan baik dengan insan pers. Menurutnya, hubungan antara anggota DPR RI dan wartawan harus tetap terjalin dengan baik karena keduanya memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Ia berharap setiap perbedaan pandangan maupun kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan tetap menjunjung etika, profesionalisme, serta prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

Selain enam poin tersebut, Deddy juga menyatakan siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers apabila masih terdapat keraguan terhadap informasi yang ia sampaikan.

Namun, ia kembali menegaskan tidak pernah memiliki niat ataupun mengucapkan kata-kata yang dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan.

Dalam keterangan yang menyertai unggahan itu, Deddy juga menegaskan bahwa jurnalistik merupakan profesi terhormat yang menjunjung etika dan profesionalisme, serta berpijak pada kebenaran, fakta, dan proses verifikasi informasi.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut menjadi pembeda antara kerja jurnalistik dengan penyebaran fitnah maupun hoaks. Ia pun menilai informasi yang diputarbalikkan tanpa melalui proses verifikasi tidak hanya mencederai dunia jurnalistik, tetapi juga demokrasi.

Meski demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredakan polemik. Sebelumnya, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyatakan keberatan atas ucapan Deddy yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

KWP bahkan memberikan waktu 1×24 jam kepada Deddy untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak dipenuhi, organisasi wartawan parlemen itu menyatakan akan menempuh langkah dengan melaporkan persoalan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI serta menyampaikannya kepada Fraksi PDI Perjuangan dan DPP PDIP.

Polemik itu bermula saat sejumlah wartawan meliput rapat Komisi II DPR RI. Dalam situasi tersebut, Deddy mengucapkan kalimat yang memuat frasa “sudah seperti sirkus kita ini”.

Ucapan itu kemudian memunculkan perbedaan tafsir. Deddy menyebut kalimat tersebut mengacu pada kondisi ruang rapat yang dinilai semrawut, sedangkan KWP menilai pernyataan itu diarahkan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *