Dengan begitu, kantor PWI akan menjadi pusat kegiatan organisasi sekaligus ruang bertemunya wartawan dengan para pemangku kepentingan.
Program ketiga adalah memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh anggota PWI.
Ia menilai masih banyak wartawan yang belum memiliki perlindungan kerja, padahal profesi tersebut memiliki risiko tinggi di lapangan.
“Minimal seluruh anggota PWI harus memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan kerja menjadi kebutuhan penting bagi profesi wartawan,” katanya.
Selanjutnya, Tantan berkomitmen melanjutkan program 1.000 Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PWI Jawa Barat.
Menurutnya, UKW bukan sekadar syarat administratif.
Melainkan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme wartawan di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.
Program terakhir yang ditawarkan ialah memperkuat kesejahteraan anggota melalui pengembangan kemitraan organisasi dan unit usaha PWI.
Ia melihat adanya peluang yang dapat dimanfaatkan organisasi untuk menciptakan sumber pendapatan baru tanpa mengabaikan independensi profesi wartawan.
Bangun Organisasi Berdasarkan Gagasan
Dalam kesempatan itu, Tantan juga menegaskan bahwa PWI merupakan organisasi profesi yang harus dibangun melalui gagasan, bukan praktik-praktik transaksional.
Ia mengaku terdorong maju setelah mendapat dukungan dari berbagai pengurus PWI di daerah serta semangat untuk menghadirkan budaya organisasi yang lebih sehat.
“Saya tidak pernah menghitung modal untuk maju. Yang saya miliki adalah ide, gagasan, visi, dan program kerja. PWI adalah organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurut Tantan, PWI harus kembali menjadi organisasi intelektual yang mengedepankan kompetensi, integritas, dan profesionalisme.
Dukungan dari PWI Priangan Timur

Ketua PWI Ciamis, Banjar, Pangandaran, Anthika Asmara, menyambut baik kehadiran Tantan di Ciamis.
Ia menyebut sejumlah gagasan yang ditawarkan sejalan dengan berbagai program yang telah dijalankan PWI Ciamis.
Anthika mencontohkan, PWI Ciamis telah mengembangkan konsep sekretariat sebagai ruang aktivitas organisasi melalui program Misbar (Ciamis Beri Kabar), menghadirkan konferensi pers rutin di kantor PWI, hingga menggelar kegiatan kreatif dalam rangka Hari Pers Nasional.
“Kami melihat visi dan program Kang Tantan memiliki arah yang sama dengan semangat yang sedang kami bangun di Ciamis. Karena itu kami siap mendukung serta berkolaborasi mewujudkan PWI Jawa Barat yang lebih maju,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Tasikmalaya, Asep Juhariyono, menilai transformasi menuju wartawan multimedia merupakan langkah yang tepat untuk menjawab perubahan industri media.
Ia juga mendukung program peningkatan kompetensi melalui UKW, perluasan BPJS Ketenagakerjaan, serta penguatan kesejahteraan anggota sebagai kebutuhan yang harus terus diperjuangkan oleh organisasi.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dialog dan penyampaian berbagai masukan dari pengurus PWI Priangan Timur.
Tantan berharap seluruh gagasan yang disampaikannya dapat menjadi bahan diskusi bersama.
Sekaligus komitmen kolektif untuk membangun PWI Jawa Barat yang lebih profesional, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.














