banner 720x220
News  

Menkomdigi Ajak Publik Lawan Hoaks Demo Jelang HUT RI

(Dok, foto. Kemkomdigi RI)
(Dok, foto. Kemkomdigi RI)

Jakarta,Kondusif.com,- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat lebih waspada terhadap maraknya penyebaran hoaks di media sosial, terutama konten yang menarasikan aksi demonstrasi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Menurut dia, banyak video yang beredar ternyata merupakan rekaman lama atau hasil manipulasi yang dikemas seolah-olah sebagai peristiwa baru.

Pernyataan itu disampaikan Meutya saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia didampingi Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkomdigi Farida Dewi Maharani, serta Sekretaris KPI Pusat Rhina Anita.

Di hadapan awak media, Meutya menekankan bahwa media massa memegang peran penting dalam membendung arus disinformasi.

Karena itu, ia meminta media menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan telah melalui proses verifikasi agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang menyesatkan.

“Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk,” kata Meutya.

Menurut dia, kecepatan pemberitaan yang disertai akurasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus penyebaran informasi palsu.

Jika media terlambat menghadirkan fakta, ruang digital justru akan lebih mudah dipenuhi berbagai narasi yang belum tentu benar.

Belakangan, media sosial memang dipenuhi unggahan video demonstrasi tanpa mencantumkan waktu maupun lokasi kejadian secara jelas.

Tak sedikit unggahan yang kemudian menggiring opini seolah-olah terjadi aksi besar yang tidak diberitakan media.

Bahkan, muncul pula tudingan bahwa konten mengenai demonstrasi sengaja dihapus.

Namun, Meutya menilai narasi semacam itu perlu disikapi secara kritis. Berdasarkan pemantauan pemerintah, banyak video yang viral sebenarnya bukan peristiwa baru, melainkan dokumentasi lama yang diunggah kembali dengan konteks berbeda.

Hoaks Diproduksi dengan Beragam Pola

Meutya mengatakan pola penyebaran hoaks kini semakin kompleks. Sebagian konten sepenuhnya merupakan informasi palsu.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *