Ciamis,Kondusif.com,- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya sukses menyapu bersih medali dalam turnamen biliar antar-jurnalis bertajuk Journalist Sports Exhibition (JSE) Ciamis 2026. Kompetisi sengit ini bergulir di Okas Biliard, Dom Coffee, Jl. Raden Okas Bratakusumah No. 46, Ciamis, pada Jumat (5/6/2026).
Turnamen ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan, melainkan juga bagian dari perayaan meriah Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 sekaligus Hari Bhayangkara ke-80.
Panitia Pelaksana Turnamen Biliar JSE, Iqbal, mengungkapkan bahwa kompetisi ini mempertemukan para jurnalis tangguh dari empat organisasi profesi di Ciamis.
Mereka adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis, IJTI Galuh Raya, Ikatan Jurnalis dan Penulis Indonesia (IPJI) Ciamis, dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Ciamis.
”Turnamen JSE Ciamis 2026 ini kami gelar untuk memeriahkan Hari Jadi Ciamis ke-384 dan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui meja biliar, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan bakat olahraga teman-teman jurnalis dari berbagai organisasi di Ciamis,” ujar Iqbal saat ditemui di lokasi pertandingan, Jumat (5/6/2026).
Dominasi Total IJTI di Kategori Single
Pada kategori Single Bola 8, sebanyak 16 peserta bertarung sengit demi harga diri organisasi.
Masing-masing organisasi mengirimkan 4 delegasi terbaiknya.
Namun, IJTI Galuh Raya langsung tancap gas dan mendominasi jalannya pertandingan sejak babak awal.
Perjalanan menuju podium juara berlangsung sangat dramatis.
Di babak semifinal, Iqbal yang mewakili IJTI tampil perkasa dengan menumbangkan perlawanan sengit Kayan dari IWO lewat skor telak 3-0.
Kemenangan meyakinkan ini otomatis mengantarkan Iqbal ke babak final.
Selanjutnya, babak final justru menyajikan duel sedarah alias All IJTI Final.
Iqbal harus berhadapan dengan rekan satu organisasinya, Yopi.
Alih-alih mengendurkan serangan, Iqbal justru tampil tanpa celah dan sukses melibas Yopi dengan skor telak 4-0 untuk mengamankan medali emas.
Selaku panitia, Iqbal mengaku bangga dengan tingginya tensi kompetisi namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, semua peserta memberikan perlawanan yang luar biasa sejak babak penyisihan hingga partai puncak.














