banner 720x220
News  

BAZNAS Ciamis Perluas Kampung Zakat, Targetkan Desa Bebas Stunting dan Kelaparan

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA.,
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA.,

Karena itu, BAZNAS telah menyiapkan kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) agar pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar tetap memperoleh akses permodalan.

Melalui skema tersebut, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa akan berperan sebagai agen layanan keuangan syariah.

Dengan demikian, pelaku UMKM yang telah berkembang dari skala mikro menuju usaha menengah dapat memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhannya.

“Kalau UMKM sudah membutuhkan modal yang lebih besar, BSI sudah siap masuk melalui UPZ,” ujar Lili.

Selain itu, BAZNAS juga mulai menyiapkan kolaborasi dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi lainnya, termasuk Koperasi Merah Putih, agar manfaat Kampung Zakat semakin luas.

Dorong Desa Mandiri Melalui Zakat

Lili mengatakan seluruh 265 desa di Kabupaten Ciamis kini telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Meski demikian, kemampuan penghimpunan di setiap desa masih berbeda sehingga pembinaan dilakukan secara bertahap.

Desa dengan penghimpunan infak di bawah Rp5 juta diprioritaskan untuk menangani kemiskinan ekstrem dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara desa dengan penghimpunan di atas Rp10 juta diarahkan menjadi Kampung Zakat yang fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pembangunan sosial.

Menurut Lili, pola tersebut membuat program zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat.

Sebaliknya, dana zakat dan infak diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

Ke depan, BAZNAS juga menargetkan setiap Kampung Zakat mampu menyediakan beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

Minimal, setiap desa binaan diharapkan dapat membiayai pendidikan dua orang siswa melalui dana zakat dan infak yang dihimpun masyarakat.

“Bila penghimpunan infak desa sudah kuat, persoalan stunting, kelaparan, hingga akses pendidikan akan lebih mudah diselesaikan dari desa itu sendiri,” kata Lili.

Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Ciamis berharap Kampung Zakat tidak hanya menjadi simbol keberhasilan penghimpunan dana.

Tetapi juga menjadi model pembangunan berbasis gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *