Terutama terhadap potensi tindak pidana C3 (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor).
Petani dan warga sekitar pun diimbau untuk segera melapor ke aparat jika menemukan pergerakan yang mencurigakan di wilayah mereka.
”Kami ingin memperkuat komunikasi dan koordinasi. Jika ada potensi gangguan kamtibmas, warga bisa langsung melapor agar bisa kami antisipasi sejak dini,” ujar Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi SH MM.
Kompol Asep Dedi berharap, aksi turun ke lapangan ini bisa semakin mempererat hubungan antara TNI-Polri dengan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat di tingkat desa menjadi kunci utama untuk mewujudkan dua hal sekaligus.
Ketahanan pangan yang berkelanjutan dan lingkungan yang aman.
”Melalui pemantauan ini, kami ingin memastikan situasi di wilayah Kecamatan Pameungpeuk tetap aman, nyaman, dan damai, sekaligus mendukung kesejahteraan petani kita,” pungkasnya.














