Tak hanya itu, insiden ini juga mengakibatkan enam orang yang berada di dalam truk mengalami luka-luka, di mana satu orang di antaranya menderita luka berat.
”Korban luka berat diketahui bernama Mulki, remaja berusia 18 tahun. Petugas langsung merujuk korban ke RSU dr. Slamet Garut untuk mendapatkan penanganan medis intensif, sementara lima korban luka ringan lainnya dirawat di Puskesmas Cisandaan,” jelas Dadi.
8 Ton Beras Hanyut
Selain mengakibatkan korban luka, kecelakaan ini juga membuat sebagian besar muatan 8 ton beras Bulog hanyut tersapu derasnya arus sungai.
Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat insiden ini mencapai Rp100 juta.
Begitu menerima laporan darurat dari warga, personel Polsek Pamulihan langsung melesat ke lokasi kejadian.
Petugas bergerak cepat mengevakuasi para korban, mendata saksi-saksi, serta mengamankan area sekitar TKP agar tidak memicu kemacetan.
”Kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk menyelamatkan korban dan melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Untuk penanganan hukum lebih lanjut, kasus ini sekarang sudah kami limpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Garut,” pungkas Dadi.
Belajar dari insiden maut ini, Polres Garut mengeluarkan imbauan keras kepada para pengguna jalan.
Polisi meminta seluruh pengemudi, terutama sopir angkutan barang, untuk selalu mengecek kelaikan armada mereka sebelum berangkat, khususnya saat hendak menaklukkan jalur ekstrem yang penuh turunan dan tanjakan curam di wilayah Garut.














