Dengan batas wilayah yang membentang luas dari Sungai Citanduy hingga Samudra Hindia.
Menurut catatan sejarah, wilayah Galuh sempat terbagi menjadi beberapa pusat kekuasaan yang dipimpin raja-raja kecil.
Seperti di Gara Tengah, Imbanagara, Panjalu, Kawali, Kertabumi, dan Kawasen.
Perubahan besar terjadi saat Raden Adipati Arya Panji Jayanegara (Mas Bongsar) memindahkan pusat pemerintahan dari Gara Tengah ke Barunay (sekarang Imbanagara) pada 14 Mulud atau 12 Juni 1642 M.
”Pindahnya pusat pemerintahan ini membawa dampak positif bagi sentralisasi pemerintahan dan menandai babak baru perjuangan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan serta melawan penjajahan VOC saat itu,” jelas Andang.
Daftar Bupati Ciamis dari Masa ke Masa
Tidak hanya berhenti di situ, Andang juga membacakan daftar singkat para Bupati Ciamis dari masa ke masa untuk menghormati jasa mereka, di antaranya:
- Raden Adipati Arya Panji Jayanegara/Raden Jogaswara/Mas Bongsar (1635–1678).
- Raden Adipati Arya Anggapraja (1678).
- Raden Adipati Angganaya (1678–1728).
- H. Dedi Dudia (Kolonel Kavaleri), Bupati periode 1983–1988 yang kemudian menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat.
- Kolonel H. Engkon Komara dan H. Dedi Sobandi (2004–2009).
- Drs. H. Iing Syam Arifin bersama H. Jeje Wiradinata (yang kemudian digantikan H. Oih Burhanudin) (2014–2019).
- Dr. H. Herdiat Sunarya dan H. Yana D. Putra (2019–2024).
- H. Engkus Sutisna, S.T., M.T. (Penjabat Bupati, 20 April–31 Oktober 2024).
- Budi Waluya, S.E. (Direktur KPK yang ditugaskan menjadi Penjabat Bupati, 1 November 2024–20 Februari 2025).
- Dr. H. Herdiat Sunarya, yang dilantik langsung oleh Presiden RI di Istana Negara Jakarta pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati Ciamis periode 2025–2030.
Bupati Herdiat Sunarya: Penghargaan Hanya Indikator, Fokus Utama Sejahterakan Rakyat
Berikutnya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan pidato penuh rasa syukur.
Herdiat mengucapkan selamat memperingati Hari Jadi ke-384 kepada seluruh masyarakat Ciamis dan berharap agar Ciamis semakin nanjeur (berdiri tegak/berjaya) serta rakyatnya makmur gemah ripah loh jinawi.
Ia juga berterima kasih kepada jajaran dewan serta para leluhur yang telah mendharmabaktikan tenaga dan pikiran mereka.
Herdiat memaparkan sejumlah prestasi mentereng yang diukir Pemkab Ciamis.
Di kancah internasional, Ciamis sukses menyabet predikat sebagai Kota Terbersih se-ASEAN di bidang kebersihan.
Selain itu, di bidang pengelolaan keuangan, Ciamis berhasil mempertahankan opini WTP dari BPK RI sebanyak 13 kali berturut-turut.
Namun, Herdiat mengingatkan agar seluruh jajarannya tidak jemawa.
”Rupa-rupa prestasi yang diraih bukan tujuan akhir kita, tetapi merupakan indikator adanya sinergisitas dan kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bagus,” tegas Herdiat.
Oleh karena itu, Herdiat meminta agar keberhasilan ini dijadikan motivasi dan energi positif untuk meningkatkan semangat, profesionalisme, dan integritas kerja.
Ia berkomitmen melaksanakan program pembangunan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel demi menyejahterakan masyarakat.
Sekda Jabar Herman Suryatman Paparkan Formula Digital untuk Atasi Kemiskinan
Sebagai penutup rangkaian sambutan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan pandangan strategisnya.
Herman yang hadir mewakili Kang Dedi Mulyadi (Gubernur Jabar) menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur sedang berada di lapangan untuk agenda mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.
Herman memuji Ciamis yang sukses menorehkan sedikitnya 240 prestasi, termasuk merebut Anugerah Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dan Anugerah Gapura Sri Baduga.
Di bidang birokrasi, Ciamis dinilai sangat tangguh karena meraih skor sistem merit di atas 300, indeks pelayanan publik terbaik, serta indeks SPBE di atas 3,5.
Herman pun mengaitkan kejayaan Ciamis dengan ajaran leluhur Eyang Prabu Niskala Wastu Kancana yang memimpin Galuh selama 104 tahun (1371–1475).
Dalam Prasasti Kawali I dan II, tertulis petuah legendaris: “Pakeuna gawe rahayu, pakeuna heubeul jaya di buana” (Membiasakan diri berbuat kebaikan agar jaya lama di dunia).
”Doktrin pemerintahan dari Barat sudah saya pelajari dari D3 sampai S3. Namun, setelah didalami, teori karuhun (leluhur) kita jauh lebih hebat dan sudah teruji membawa Galuh pada masa keemasan,” puji Herman disambut tepuk tangan riuh hadirin.
PR Ciamis Menurut Sekda Jabar
Kendati demikian, Herman mengingatkan asas “tidak ada gading yang tak retak”.
Ia memberikan catatan kritis mengenai angka kemiskinan Ciamis yang masih berada di angka 7,19%, sementara rata-rata Jawa Barat sudah turun ke 6,38%.
Padahal, indikator ekonomi Ciamis lainnya sangat baik, seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) triwulan I yang di atas 6%, Indeks Gini yang rendah (0,34), serta Tingkat Pengangguran Terbuka yang hanya 4,08%.
Untuk mengatasi tantangan ini, Herman menawarkan rumus dua jalur berbasis data akurat (good data, good decision, good result) dibantu platform digital Pemprov Jabar:
Meningkatkan pendapatan warga miskin melalui sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan yang disuntik modal serta pelatihan.
Mengurangi beban pengeluaran warga miskin dengan memastikan ketepatan sasaran bantuan sosial seperti BPNT dan PKH.
Sehingga mereka bebas dari biaya kesehatan dan pendidikan.
”Kita harus memberikan obat dengan dosis yang tepat berdasarkan data by name by address. Jangan sampai sakit perut diberi salep gatal,” seloroh Herman secara gamblang.
Mengakhiri pidatonya, Herman mengajak seluruh hadirin untuk berdiri.
Di bawah komando Sekda Jabar, seluruh ruangan kompak menyanyikan lagu Sabilulungan.
Sebagai lambang persatuan dan gotong royong untuk bersama-sama menjemput masa depan Ciamis yang maju dan berkelanjutan menuju “Jawa Barat Istimewa”.














