banner 720x220

Modus Hibah Rp 33 Miliar, Komplotan Penipu di Ciamis Sandiwara Jadi Begal

Bermodal ribuan lembar uang mainan, komplotan penipu merancang drama pembegalan demi menggasak uang jaminan korban. Pelarian pelaku berakhir setelah kejar-kejaran menegangkan di jalan tol.

CIAMIS,Kondusif.com,- Ruang konferensi pers Mapolres Ciamis pada Kamis, 26 Mei 2026, mendadak riuh. Di hadapan awak media, Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah membeberkan sebuah sandiwara kriminal yang rapi, namun berakhir tragis di tangan polisi.

Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis baru saja menggulung komplotan penipu ulung yang nekat merekayasa aksi pembegalan demi menggasak uang ratusan juta rupiah.

​Aksi tipu-tipu ini bermula dari sebuah janji manis: dana hibah fiktif senilai Rp33 miliar.

​Hidayatullah, yang saat itu didampingi Plh Kasat Reskrim IPDA Syakur dan Kasi Humas IPDA Anggi Aulia Pratiwi, menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar berkat laporan korban ke Polsek Banjarsari pada 17 Mei lalu.

​”Para pelaku merancang skenario pembegalan palsu. Tujuannya, agar korban percaya bahwa uang miliaran yang dijanjikan itu benar-benar dirampas pihak lain,” ujar Hidayatullah.

​Jerat Manis di Halaman Masjid

​Kisah ini berawal di pelataran Masjid Agung Ciamis, 29 April 2026. Saat itu, salah satu otak komplotan berinisial PH alias AN menemui korban.

Dengan kelihaian bersilat lidah, PH menawarkan proposal menggiurkan: dana hibah jumbo sebesar Rp33 miliar.

Syaratnya terdengar mudah, korban hanya perlu mengembalikan separuh dari nilai hibah tersebut di kemudian hari.

​Namun, ada udang di balik batu. Pelaku meminta uang jaminan awal sebesar Rp150 juta sebagai pelicin administrasi.

Tergiur oleh bayangan kekayaan instan, korban pun masuk perangkap.

​Puncaknya terjadi di kawasan Alun-Alun Banjarsari. Setelah korban menyerahkan uang tunai Rp150 juta, pelaku langsung menggiringnya masuk ke dalam mobil Toyota Avanza silver.

Di dalam kabin mobil itulah, pelaku mengklaim bahwa tumpukan uang hibah puluhan miliar sudah siap dibawa pulang.

​Sandiwara di Sukajadi dan Pelarian Antarkota

​Petaka rekayasa itu dimulai ketika mobil melintasi wilayah Sukajadi, Kecamatan Pamarican.

Tiba-tiba, sebuah Mitsubishi Xpander hitam memepet kendaraan mereka dengan agresif.

Seolah-olah menjadi korban kejahatan jalanan, para pelaku langsung menurunkan korban di pinggir jalan sepi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *