Ciamis,Kondusif.com,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis Tahun 2026 di Gedung DPRD Ciamis, Jumat (12/6/2026).
Momentum bersejarah bagi wilayah Tatar Galuh ini dihadiri oleh jajaran forkopimda, pejabat daerah, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ketua DPRD Ciamis Buka Rapat dan Sampaikan Capaian WTP ke-13
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, memimpin dan membuka langsung rapat paripurna istimewa ini.
Mengawali sambutannya, Nanang menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan.
khususnya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat.
Selanjutnya, Nanang menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat ini berpatokan pada hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Ciamis yang telah ketuk palu pada 29 Mei 2026 lalu.
Ia pun membacakan susunan acara resmi yang meliputi pembukaan, pembacaan Surat Keputusan (SK) DPRD terkait penulisan sejarah dan penetapan hari jadi.
Kemudian, pembacaan riwayat singkat Ciamis, pidato Bupati Ciamis, pidato Sekda Jabar, hingga penutupan.
Di samping itu, mewakili seluruh pimpinan dan anggota dewan.
Nanang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Pasalnya, Ciamis sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk yang ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Serta meraih berbagai penghargaan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
”Sadayana ieu tiasa kahontal ku jalaran ayana komitmen ti sakumna masyarakat Tatar Galuh (Semua ini bisa tercapai karena adanya komitmen dari seluruh masyarakat Tatar Galuh), pemerintah, dan semua unsur dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih, serta akuntabel,” ujar Nanang disambut seruan “Amin” dari para hadirin.
Refleksi Sejarah Masa Lalu
Lebih lanjut, Nanang mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan sejarah masa lalu.
Ia mengenang kembali jasa Raden Adipati Arya Panji Jayanegara (Mas Bongsar) yang memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dari Gara Tengah ke Imbanagara pada 12 Juni 1642.
Nanang juga membeberkan fakta sejarah saat Bupati ke-18, Raden Tumenggung Sastrawinata, mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis pada tahun 1916.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa hari jadi ini harus menjadi cermin bagi pemangku kebijakan untuk melanjutkan pembangunan Ciamis.
Khususnya dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan agar selaras dengan program pembangunan jalan mulus di Jawa Barat.
Pada akhir sambutannya, Nanang membedah tema hari jadi tahun ini, yaitu “Meneguhkan Kemandirian.
Kemudian, Mengukuhkan Ketangguhan, dan Memantapkan Keberdayaan”.
Ia menguraikan bahwa kemandirian berarti berdiri tegak memaksimalkan sumber daya sendiri.
Tangguh berarti kokoh menghadapi tantangan zaman.
Sedangkan keberdayaan berarti seluruh warga Ciamis dari pusat kota hingga pelosok desa harus menjadi pelaku aktif pembangunan, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.
Sekwan Ciamis Bacakan Dokumen Autentik Sejarah Hari Jadi
Setelah itu, acara memasuki agenda pokok. Sekretaris DPRD Ciamis, Dadang Mulyatna, langsung mengambil alih podium untuk membacakan SK DPRD Kabupaten Ciamis nomor 22/V/KPTS/DPRD/1972 tertanggal 17 Mei 1972 tentang Penulisan Sejarah Kabupaten Galuh dan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Ciamis.
Dokumen legal ini ditandatangani oleh Ketua DPRD kala itu, Ibing Alibi, dan Bupati Abu Bakar.
Dalam pembacaan dokumen tersebut, Dadang menegaskan menimbang pentingnya penulisan sejarah autentik sebagai pegangan dan pedoman langkah kerja di masa depan.
Berdasarkan saran dan pendapat Bupati, anggota dewan dalam sidang pleno 9 Mei 1972.
Serta penjelasan panitia penyusun sejarah Galuh, DPRD Ciamis secara resmi memutuskan dua poin krusial:
Menerima naskah sejarah Galuh yang disusun oleh panitia sejarah (yang dibentuk tahun 1970 dan diubah tahun 1971) sebagai pegangan autentik mengenai Sejarah Galuh.
Menetapkan tanggal 12 Juni 1642 sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis.
Sekda Ciamis Bedah Silsilah Kepemimpinan dari Masa ke Masa
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menguraikan pedaran singkat sejarah dan silsilah para pimpinan Ciamis sejak tahun 1642 hingga 2026.
Andang menceritakan bahwa tim ahli sejarah ITB yang dipimpin Drs. Raden Haji Said Raksanagara merupakan tokoh di balik perumusan tanggal hari jadi tersebut.
Andang mengulas akar sejarah Kerajaan Galuh yang bermula dari Wretikandayun, putra bungsu Kudungga yang memerintah Kerajaan Kendan (597–612 M), sebelum akhirnya bertapa di Kuningan.
Kemudian, pada tahun 1333 M, Raja Ajiguna Linggawisesa mulai bertakhta di Kawali.
Nama Kerajaan Galuh kian mencuat saat masuk dalam pengaruh Mataram pada tahun 1595 M.














