Kondusif.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) punya cara unik sekaligus menohok saat melantik 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi 2024. Alih-alih menggelar seremoni mewah di gedung kedinasan, KDM justru memboyong ratusan abdi negara baru ini ke tengah lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).
Langkah antimainstream ini bukan tanpa alasan. KDM sengaja memilih desa terpencil demi menyuntikkan kesadaran baru ke sanubari para ASN agar mereka paham tugas aslinya: melayani masyarakat hingga ke pelosok.
”Kenapa saya ngajak di sini? Pertama, pemahaman tentang Jabar jangan hanya seputar Gedung Sate karena Jabar itu luas. Yang kedua, agar mengerti tentang potensi dan tata letak wilayah Jabar,” tegas KDM dalam sambutannya.
Sentimen Sejarah dan Potensi Wisata
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026, ratusan pegawai ini resmi menyandang status PNS Pemprov Jabar.
Di hadapan mereka, KDM membeberkan bahwa lokasi pelantikan tersebut memiliki nilai historis yang kuat karena dekat dengan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda tempo dulu.
Selain kaya sejarah, wilayah yang dikelilingi pegunungan ini mengantongi potensi alam yang luar biasa.
Oleh karena itu, Pemprov Jabar berkomitmen menggenjot infrastruktur konektivitas di kawasan tersebut.
- Rencana Konektivitas: Pemprov akan membangun jalan mulus yang menghubungkan Bogor dengan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, hingga Cianjur.
- Dampak Ekonomi: Infrastruktur yang apik otomatis membuka keran sektor wisata, sehingga roda ekonomi warga lokal berputar lebih cepat.
- Proteksi Lahan: KDM mewanti-wanti warga agar tidak menjual tanahnya ke orang luar Jabar demi mencegah alih fungsi lahan menjadi perumahan mewah.
Era Baru Birokrasi: ASN Harus Turun ke Lapangan!
Lebih lanjut, KDM menginstruksikan para ASN untuk segera meninggalkan gaya kerja lama yang kaku dan terlalu administratif.
Dia menegaskan, APBD yang bersumber dari pajak rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk fasilitas publik yang mumpuni.
”Nah, ini yang harus menjadi kesadaran kolektif. Maka kita memasuki birokrat era baru yaitu birokrat bekerja cepat,” cetus KDM.














