banner 720x220
News  

Mahasiswa KKN Unigal Benahi Wisata Batu Nunggul Pangandaran, Bentuk Pokdarwis hingga Bangun Fasilitas Kebersihan

Batu Nunggul kini memiliki Pokdarwis, fasilitas kebersihan, papan informasi, hingga spot foto hasil program mahasiswa KKN Unigal.

Mahasiswa KKN Universitas Galuh bersama masyarakat melakukan pembenahan kawasan wisata Batu Nunggul, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Program tersebut mencakup pembentukan Pokdarwis, penyediaan fasilitas kebersihan, papan informasi, hingga penguatan promosi digital wisata. (Dok, foto. Istimewa)
Mahasiswa KKN Universitas Galuh bersama masyarakat melakukan pembenahan kawasan wisata Batu Nunggul, Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Program tersebut mencakup pembentukan Pokdarwis, penyediaan fasilitas kebersihan, papan informasi, hingga penguatan promosi digital wisata. (Dok, foto. Istimewa)

Pangandaran,Kondusif.com,- Mahasiswa KKN Universitas Galuh (Unigal) ikut mendorong pengembangan wisata Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Mereka menggarap sejumlah fasilitas sekaligus membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata Batu Nunggul.

Program bertajuk Optimalisasi Wisata Desa di Batu Nunggul itu berlangsung sejak 3 Juli hingga 30 Agustus 2026.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan rampung, mahasiswa KKN bersama masyarakat meresmikannya pada Senin (31/8/2026).

Ketua Kelompok KKN Unigal Desa Ciparanti, Khalit Azis Al-Zabbar, mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan wisata Batu Nunggul yang dinilai masih perlu diperkuat.

Salah satunya, kata Khalit, belum terbentuknya Pokdarwis yang secara khusus dapat mendorong masyarakat terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata.

“Kami melihat Batu Nunggul memiliki potensi wisata yang perlu terus dikembangkan. Karena itu, kami berupaya membantu dari sisi penataan kawasan, fasilitas, pengelolaan, sampai promosi digital,” kata Khalit.

Bentuk Pokdarwis

Menurut Khalit, pembentukan Pokdarwis menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.

Mahasiswa KKN tidak hanya membentuk kelompok, tetapi juga membantu penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Surat Keputusan (SK) Pokdarwis.

Dengan adanya kelompok tersebut, pengelolaan wisata diharapkan tidak berhenti setelah program KKN selesai.

Sebaliknya, masyarakat setempat dapat melanjutkan pengelolaan sekaligus mengembangkan potensi Batu Nunggul secara berkelanjutan.

Selain penguatan kelembagaan, mahasiswa KKN juga menggarap sejumlah fasilitas pendukung.

Di antaranya satu tempat pembakaran sampah minim asap dan 14 tempat pilah sampah.

Fasilitas tersebut dibuat untuk mendorong kawasan wisata yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam mengelola sampah.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *