banner 720x220
News  

Daging MBG Berbau di Pamarican, Satgas Buka Opsi Sanksi hingga Penutupan SPPG

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan. (Dok, foto. Tim Kondusif.com)
Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan. (Dok, foto. Tim Kondusif.com)

Ciamis,Kondusif.com,- Temuan lauk daging berbau dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Pamarican, Kabupaten Ciamis, kini masuk tahap pemeriksaan. Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis membuka kemungkinan memberikan sanksi hingga mengusulkan penutupan SPPG Katineung jika hasil pemeriksaan menemukan persoalan serius.

Namun, pemerintah belum menjatuhkan sanksi apa pun. Satgas masih menunggu hasil pemeriksaan tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) yang turun ke lapangan pada Kamis (3/9/2026).

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi penyelenggaraan makanan secara menyeluruh.

Tim tidak hanya mengecek makanan, tetapi juga melihat aspek sanitasi, lingkungan hingga kualitas air.

“Kami sedang meluncurkan tim di kesehatan sama LH, lagi menunggu hasil,” kata Erwan saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

BACA JUGA: 

Daging MBG Berbau di SMPN 2 Pamarican, Satgas Turunkan Tim ke SPPG

Pemeriksaan itu dilakukan sehari setelah SMPN 2 Pamarican menemukan lauk daging dalam makanan MBG mengeluarkan aroma tidak sedap.

476 Porsi MBG Tak Dibagikan

Pada Rabu (2/9/2026), makanan MBG tiba di SMPN 2 Pamarican sekitar pukul 07.00 WIB.

Guru piket yang melakukan pemeriksaan awal kemudian menemukan bau pada lauk daging.

Kepala SMPN 2 Pamarican Ida Nurhayati mengatakan pihaknya langsung memutuskan tidak membagikan makanan tersebut kepada siswa.

Sekolah kemudian menghubungi SPPG Katineung selaku penyedia makanan.

“Pas dibuka memang terdeteksi daging bau, kemudian saya instruksikan jangan dibagikan ke anak,” ujar Ida.

BACA JUGA: 

Daging MBG Tercium Bau, SMPN 2 Pamarican Cegah 476 Siswa Konsumsi Makanan

Pihak SPPG kemudian datang ke sekolah dan melakukan pengecekan. Setelah itu, makanan ditarik kembali.

Ida menyebut persoalan hanya ditemukan pada lauk daging. Sementara sayuran dan komponen makanan lainnya dinilai aman.

Meski begitu, sekolah tetap memilih tidak mengambil risiko karena tidak mengetahui apakah kondisi tersebut hanya terjadi pada sebagian wadah atau seluruh makanan.

Sebanyak 476 siswa SMPN 2 Pamarican menjadi penerima makanan tersebut.

Karena sekolah melakukan pemeriksaan sebelum makanan dibagikan, tidak ada siswa yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat makanan itu.

Tiga Kemungkinan Tindak Lanjut

Erwan mengatakan hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan terhadap penyelenggara MBG.

Jika tim menemukan persoalan yang masih dapat diperbaiki, pemerintah akan meminta pihak terkait melakukan pembenahan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *