banner 720x220
News  

Daging MBG Berbau di Pamarican, Satgas Buka Opsi Sanksi hingga Penutupan SPPG

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan. (Dok, foto. Tim Kondusif.com)
Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan. (Dok, foto. Tim Kondusif.com)

Namun, apabila ditemukan pelanggaran yang memerlukan tindakan lebih tegas, sanksi dapat diusulkan.

Bahkan, jika persoalannya dinilai sangat serius, pemerintah membuka kemungkinan mengusulkan penghentian atau penutupan SPPG.

“Pertama kita mengingatkan untuk diperbaiki. Yang kedua, mungkin kita ajukan untuk sanksi. Yang ketiga, kalau parah-parah bangetnya, kemungkinan kita mengajukan ditutup,” kata Erwan.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh opsi tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan.

Hingga Kamis (3/9/2026), belum ada keputusan mengenai pemberian sanksi maupun penutupan SPPG Katineung.

Menurut Erwan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Kecamatan nantinya menyusun kronologi dan situasi di lapangan untuk digabungkan dengan hasil pemeriksaan tim kesehatan dan lingkungan.

Dengan demikian, pemerintah akan memiliki dasar yang lebih lengkap sebelum menentukan langkah terhadap penyelenggara MBG.

Program MBG Tetap Berjalan

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, program MBG di sekolah-sekolah Pamarican tetap berjalan.

Erwan mengatakan sekolah tidak diminta menghentikan distribusi makanan, tetapi harus meningkatkan kewaspadaan.

“Berjalan tetap, tapi lebih berhati-hati,” ujarnya.

Sekolah juga diminta memeriksa kondisi fisik makanan sebelum membagikannya kepada siswa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah makanan yang bermasalah sampai dikonsumsi.

Erwan mengapresiasi tindakan SMPN 2 Pamarican yang menemukan kondisi tersebut sebelum makanan dibagikan.

“Syukurnya ketahuan sama-sama pihak sekolah dulu sebelum dibagikan,” katanya.

Sementara itu, Ida berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara MBG agar kualitas makanan lebih diperhatikan.

“Ya mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi. Lebih memperhatikan segala sesuatunya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ida.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, Kondusif.com masih berupaya menghubungi pihak SPPG Katineung untuk memperoleh konfirmasi mengenai temuan makanan tersebut, proses penarikan, serta langkah evaluasi yang dilakukan.

Konfirmasi itu dilakukan untuk menghadirkan informasi yang berimbang dan memenuhi prinsip cover both sides.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *