Kini klub akan menerima kalender kompetisi lebih awal.
Langkah ini diharapkan memberi kepastian dalam menyusun berbagai kebutuhan, mulai dari perencanaan teknis tim, pengurusan perizinan, hingga penyusunan program komersial.
Selain itu, operator juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas melalui mekanisme umpan balik atau feedback jadwal pertandingan yang lebih terstruktur.
Dengan sistem tersebut, klub dapat memberikan masukan sebelum jadwal ditetapkan secara final sehingga potensi kendala operasional dapat diminimalkan sejak awal.
Elite Pro Academy Jadi Prioritas
Pengembangan pemain usia muda kembali menjadi salah satu fokus utama I.League.
Mulai musim 2026/27, kompetisi Elite Pro Academy akan distandarisasi menjadi dua kelompok usia, yakni U20 dan U18.
Kebijakan ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang yang menargetkan seluruh klub Super League dan Championship memiliki akademi sesuai standar pada tahun 2030.
Melalui sistem tersebut, I.League berharap tercipta jalur pembinaan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan untuk mendukung kebutuhan pemain bagi Timnas Indonesia di masa depan.
Standar Lisensi Klub Makin Ketat
Di sektor tata kelola, I.League juga memperkuat implementasi Club Licensing bagi peserta Championship.
Menariknya, standar lisensi yang diterapkan kini akan setara dengan kompetisi Super League.
Tidak hanya aspek olahraga dan administrasi, klub juga akan dinilai dari sisi pemasaran, pengembangan organisasi, serta keberlanjutan bisnis.
Langkah ini diharapkan mendorong klub tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga sehat secara manajemen dan finansial.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan seluruh penyempurnaan yang dilakukan merupakan bagian dari proses transformasi kompetisi nasional yang terus berjalan.
“Owner’s Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama antara operator dan klub. Seluruh penyempurnaan regulasi, sistem kompetisi, hingga penguatan club licensing kami lakukan agar kompetisi Championship semakin profesional, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu menjadi fondasi kuat dalam pembinaan sepak bola Indonesia,” ujar Ferry.
Ferry menambahkan, I.League ingin memberikan kepastian kepada klub sejak awal musim agar setiap peserta dapat menyusun perencanaan dengan lebih matang.
“Kami ingin klub memiliki kepastian sejak awal, mulai dari kalender kompetisi, mekanisme penjadwalan, regulasi, hingga pengembangan akademi. Dengan perencanaan yang lebih matang, klub dapat fokus meningkatkan kualitas organisasi maupun performa di lapangan sehingga kompetisi menjadi semakin kompetitif dan menarik,” katanya.
Melalui Owner’s Meeting Championship 2026/27 ini, I.League berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai arah pengembangan kompetisi.
Dengan kolaborasi antara operator dan klub, kompetisi kasta kedua Indonesia diharapkan semakin profesional, sehat, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sepak bola nasional.














