Kondusif.com,- I.League mulai memanaskan persaingan musim depan. Operator kompetisi itu mengumpulkan seluruh peserta Championship dalam agenda Owner’s Meeting Championship 2026/27 yang berlangsung di kantor I.League, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang evaluasi musim lalu.
Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang bagi operator dan klub untuk menyamakan arah serta menyusun langkah strategis demi menghadirkan kompetisi yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, I.League membeberkan berbagai agenda penting.
Mulai dari evaluasi penyelenggaraan Pegadaian Championship 2025/26, penetapan format kompetisi musim depan, penyusunan kalender pertandingan.
Kemudian, penyempurnaan regulasi, pengembangan Elite Pro Academy, hingga penguatan implementasi Club Licensing.
Format Kompetisi Tetap, 273 Laga Siap Digelar
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah dipertahankannya format kompetisi Pegadaian Championship untuk musim 2026/27.
Kompetisi tetap akan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi 10 tim.
Seluruh peserta akan menjalani format triple round robin sebelum melanjutkan persaingan ke babak play-off promosi, play-off degradasi, hingga partai final.
Rencananya, kompetisi akan mulai bergulir pada September 2026 dan berakhir pada Mei 2027. Sepanjang musim, total sebanyak 273 pertandingan akan tersaji.
Keputusan mempertahankan format tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai evaluasi dari musim sebelumnya serta masukan dari klub peserta.
Regulasi Pemain Asing dan U21 Tetap Berlaku
Selain memastikan format kompetisi, I.League juga menegaskan sejumlah regulasi yang tetap dipertahankan musim depan.
Aturan penggunaan pemain asing masih menggunakan skema yang sama, yakni tiga pemain asing terdaftar.
Tiga pemain masuk daftar susunan pemain, dan ketiganya dapat dimainkan secara bersamaan di lapangan.
Di sisi lain, regulasi pemain muda U21 tetap menjadi perhatian utama.
Klub diwajibkan memberikan menit bermain kepada pemain usia muda sebagai bagian dari komitmen pembinaan talenta nasional.
Tak hanya itu, seluruh ofisial klub peserta Championship juga diwajibkan berasal dari tenaga lokal.
Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sepak bola Indonesia sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan pelatih dan staf lokal.
Jadwal Lebih Cepat, Klub Punya Waktu Menyusun Strategi
I.League juga melakukan sejumlah pembenahan dalam aspek operasional pertandingan.














