Mereka menggandeng empat instruktur ahli atau ‘kapten’ bawang merah langsung dari Brebes.
Para pakar ini mendampingi 27 petani lokal yang mayoritas merupakan warga sekitar Cikoneng dan Sindangkasih.
Tak hanya soal teknik tanam, kelompok tani ini juga telah mengunci kepastian pasar.
Mereka menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan besar di Brebes untuk menyerap hasil panen.
Hal ini dilakukan karena benih yang digunakan merupakan varietas bawang merah Bima asal Brebes yang memang diproyeksikan untuk kualitas ekspor.
”Kami sudah bekerja sama dengan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI). Target kami, hasil panen ini bisa memenuhi permintaan ekspor ke luar negeri,” jelas Edward.
Ia menambahkan, jika tidak ada kendala berarti, proses panen direncanakan akan berlangsung sekitar 40 hari ke depan.
Sebelumnya, kelompok tani ini memang sudah dua kali melakukan panen, namun penjualannya masih sebatas pasar lokal.
Melalui sinergi dengan Kapolres Ciamis ini, Edward berharap upaya kelompoknya dapat berkontribusi nyata bagi bangsa.
”Kami berharap kolaborasi ini dapat mendukung penuh program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.














