banner 720x220
News  

Honor Rp200 Ribu per Bulan, UPZ Desa Tetap Semangat Menghimpun Infak karena Niat Ibadah

Ia menilai pendekatan tersebut membuat para pengurus memahami bahwa aktivitas menghimpun zakat dan infak merupakan bagian dari ibadah yang manfaatnya kembali kepada masyarakat.

“Yang kami bangun pertama adalah meluruskan niat. Kalau niatnya ibadah, insyaallah Allah yang akan membantu,” katanya.

Lili mengatakan semangat itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor meningkatnya penghimpunan zakat dan infak di Kabupaten Ciamis dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi Percontohan Nasional

Menurut Lili, model pembinaan UPZ berbasis penguatan nilai keagamaan menjadi salah satu alasan BAZNAS Ciamis banyak dikunjungi daerah lain untuk studi banding.

Ia mengatakan tamu yang datang bukan hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga akademisi hingga pengelola BAZNAS dari berbagai provinsi.

Mereka ingin mengetahui alasan sistem infak desa di Ciamis mampu berkembang secara konsisten.

Selain membangun semangat pengurus, BAZNAS juga menerapkan sistem pembinaan berdasarkan capaian penghimpunan setiap desa.

Dengan pola tersebut, setiap UPZ mendapatkan pendampingan sesuai kondisi di lapangan.

Lili berharap semangat para pengurus UPZ tetap terjaga karena mereka menjadi ujung tombak penghimpunan zakat dan infak di tingkat desa.

“Yang mereka kejar bukan besar kecilnya honor, tetapi bagaimana bisa menjalankan amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Lili.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *