CIAMIS,Kondusif.com,- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA., mengungkapkan bahwa para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa tetap bersemangat menghimpun zakat dan infak meski honor yang diterima relatif kecil.
Menurut dia, semangat tersebut lahir karena para pengurus bekerja dengan niat ibadah, bukan semata-mata mengejar imbalan.
Lili mengatakan besaran hak amil yang diterima UPZ berasal dari 10 persen dana yang berhasil dihimpun.
Namun, nominal yang diterima setiap pengurus tidak besar karena harus dibagi kepada beberapa orang yang bertugas.
“Kalau satu UPZ menghimpun Rp10 juta dalam sebulan, hak amilnya 10 persen atau sekitar Rp1 juta. Itu masih dibagi kepada empat sampai lima orang, jadi rata-rata sekitar Rp200 ribu per orang,” kata Lili saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Meski demikian, menurut dia, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para pengurus UPZ untuk terus mengajak masyarakat berinfak dan bersedekah.
Lili mengatakan banyak tamu dari berbagai daerah mempertanyakan alasan para pengurus tetap bekerja dengan honor yang relatif kecil.
Pertanyaan itu, kata dia, kerap muncul saat BAZNAS Ciamis menjadi tujuan studi banding.
“Mereka bertanya, kenapa UPZ di Ciamis bisa berjalan, padahal honornya kecil. Jawabannya karena mereka bekerja berdasarkan keimanan dan niat ibadah,” ujarnya.
Semangat Dibangun dari Nilai Keagamaan
Menurut Lili, sejak awal kepengurusan, BAZNAS Ciamis menanamkan pemahaman bahwa tugas amil bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menjalankan bagian dari syariat Islam.
Karena itu, pembinaan kepada pengurus UPZ tidak hanya dilakukan dari sisi administrasi dan manajemen, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.














