Langkah ini membuktikan bahwa mahasiswa Unigal siap bersaing dan mendapat pengakuan di panggung internasional.
Terakhir, prestasi membanggakan juga lahir dari bidang minat, bakat, serta penalaran kemahasiswaan.
Sepanjang tahun akademik ini, mahasiswa Unigal berhasil menorehkan total 5 prestasi di tingkat nasional.
Kinerja produktif mahasiswa yang bersinergi dengan dosen ini pun membuahkan hasil positif.
Di mana Unigal sukses meloloskan pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemdiktisaintek.
Deretan Wisudawan Terbaik Peraih Predikat Pujian
Di antara ratusan wisudawan, Unigal merilis daftar lulusan terbaik dari berbagai program studi yang sukses meraih IPK fantastis dengan predikat ‘Pujian’:
Naldiya Arundita Purnama dari program studi Hukum sukses memimpin dengan IPK tertinggi, yaitu 3.97.
Mengikuti di belakangnya, Agung Murdhianto dari Magister Manajemen meraih IPK 3.93, disusul oleh Jajat Jatnika dari Magister Hukum dengan IPK 3.89.
Selanjutnya, Ikke Silvia Febriyani dari Teknik Sipil mencetak IPK 3.88, sementara M. Azizul J. Silitonga dari Pendidikan Profesi Ners meraih IPK 3.86.
Prestasi gemilang juga datang dari Rena Virgia dari Sistem Informasi dengan IPK 3.83, Cucu Novita Wahyuningsih dari Keperawatan dengan IPK 3.81, dan Dewi Fatmawati dari Manajemen dengan IPK 3.79.
Tak ketinggalan, Syahrul Apriansyah dari Ilmu Pemerintahan meloloskan IPK 3.71.
Sementara itu, Damayanti dari Pendidikan Sejarah dan Muhamad Akbar Nurjaya dari Administrasi Publik kompak meraih IPK 3.64.
Terakhir, Satya Adiputra dari Pendidikan Jasmani mengantongi IPK 3.61, serta Nadira Ayu Lestari dari Agribisnis menutup deretan lulusan terbaik dengan IPK 3.60.
Pesan Rektor, LLDIKTI, dan Bupati Ciamis: Jadilah Lulusan ‘JAGO’
Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., melepas para alumni dengan pesan hangat agar mereka melangkah penuh percaya diri.
Beliau mengingatkan para lulusan untuk selalu membawa karakter Bumi Galuh, yaitu senantiasa berbudaya, tangguh menjaga komitmen konservasi, serta memiliki mentalitas pemenang.
”Jadikanlah perpaduan kualitas akademik dan keluhuran moral ini sebagai kompas utama dalam menavigasi kehidupan Saudara di tengah-tengah masyarakat,” ujar Prof. Dadi.
Beliau menambahkan bahwa wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk menjemput mimpi dan mengarungi kehidupan sesungguhnya.
Oleh karena itu, lulusan harus siap menghadapi tantangan persaingan, baik dengan sesama alumni Unigal maupun lulusan dari luar.
Kepala Lembaga Ingatkan Tantangan Berat
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten), Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengingatkan bahwa para lulusan akan menghadapi tantangan berat berupa kemajuan teknologi.
Maka dari itu, kemampuan adaptasi teknologi menjadi sangat krusial.
Namun, di balik tantangan tersebut, Indonesia menyimpan peluang besar karena kaya akan sumber daya alam.
Kemudian, penduduk, biodiversitas, serta mineral yang menunggu giliran tangan terampil para lulusan untuk mengolahnya.
Untuk menjawab seluruh tantangan tersebut, Dr. Lukman mengharapkan para wisudawan menjelma menjadi lulusan yang JAGO.
Istilah tersebut merupakan akronim dari lulusan yang Jago berjejaring, Adaptif, Gesit, dan Orisinil atau otentik.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M., turut memberikan wejangan penutup bahwa wisuda merupakan gerbang awal untuk memasuki medan pengabdian yang lebih luas.
Menurutnya, dunia yang akan dihadapi para lulusan penuh dengan kompetisi dan perubahan yang sulit diprediksi.
Bupati Herdiat menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga ekonomi digital telah mengubah cara manusia bekerja dan berpikir.
Oleh karena itu, beliau menuntut hadirnya SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik.
Melainkan juga tangguh secara mental, kreatif dalam menghadirkan solusi.
Serta memiliki fondasi karakter yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.














