“Keselamatan harus diutamakan. Tetap waspada dalam berkendara, sayangi diri kita dan ingat keluarga menanti di rumah,” pesan Anjar.

Kolaborasi dengan Jasa Raharja menjadi bagian lain dari penguatan langkah pencegahan tersebut. Budi, bagian Sarana Prasarana Jasa Raharja Samsat Ciamis, mengatakan pemasangan rambu peringatan ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat pada lokasi yang memiliki potensi kecelakaan.
Menurut Budi, berdasarkan pemetaan yang menjadi perhatian pihaknya, kecelakaan lalu lintas di Ciamis disebut berada pada posisi ketiga tertinggi di wilayah Priangan Timur. Karena itu, pemasangan puluhan rambu di sejumlah titik rawan diharapkan dapat menjadi pengingat tambahan bagi pengguna jalan.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan keberadaan rambu, tetapi juga mematuhinya.
Keselamatan berkendara, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan serta kesadaran sebagai pengguna jalan.
“Selalu berhati-hati di jalan, sayangi diri kita dan ingat keluarga kita menanti di rumah,” ujarnya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan lalu lintas pada akhirnya bukan hanya persoalan aparat dan aturan. Di balik setiap perjalanan, ada keluarga yang menunggu seseorang kembali dengan selamat.
Karena itu, rambu “Hati-Hati” yang terpasang di pinggir jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap. Ia menjadi pengingat sederhana bahwa beberapa detik untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi aturan dapat memiliki arti besar bagi keselamatan.
Bagi Satlantas Polres Ciamis dan Jasa Raharja, membangun budaya tertib berlalu lintas berarti bekerja sebelum kecelakaan terjadi. Sebab ukuran keberhasilan keselamatan di jalan bukan hanya berapa banyak pelanggaran yang ditindak, tetapi juga berapa banyak perjalanan yang berakhir dengan selamat.
Pada akhirnya, tujuan dari seluruh ikhtiar itu tetap sama: setiap orang berangkat dengan selamat dan pulang kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.***
Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah














