banner 720x220
News  

Amengan Sepuh di Pesantren Darussalam Ciamis, 20 Pensiunan Kembali Jadi Santri Semalam

Pesantren kilat ini mengajak para sepuh memperbaiki ibadah, menjaga kebugaran, dan mengisi masa senja dengan kegiatan yang lebih bermakna.

Sebanyak 20 pensiunan mengikuti program Amengan Sepuh di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat (4/9/2026). Mereka kembali menjalani kehidupan sebagai santri selama sehari semalam dengan mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas fisik ringan. (Dok, foto. Istimewa)
Sebanyak 20 pensiunan mengikuti program Amengan Sepuh di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat (4/9/2026). Mereka kembali menjalani kehidupan sebagai santri selama sehari semalam dengan mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas fisik ringan. (Dok, foto. Istimewa)

Menurut dia, seseorang masih perlu memperbaiki ibadah meski telah berusia lanjut dan puluhan tahun menjalankan rutinitas keagamaan.

“Kalau kemarin kita salah karena tidak tahu, wajar. Tapi nanti setelah dikasih tahu salah, nah itu mengkhawatirkan,” kata Nanang.

Karena itu, ia ingin Amengan Sepuh menjadi ruang bersama untuk belajar kembali.

Para peserta tidak ditempatkan sebagai orang yang sudah selesai belajar, melainkan tetap memiliki kesempatan memperbaiki diri.

“Paling tidak tujuan utamanya untuk memperbaiki diri. Kita bisa bersama-sama memperbaiki wudu dan salat yang biasa kita lakukan,” ujarnya.

Nanang juga berharap pesantren dapat menghidupkan kembali tradisi keagamaan yang pernah dekat dengan kehidupan masyarakat.

Salah satunya pembacaan nadhoman di masjid menjelang Magrib.

“Waktu kecil saya sering mendengar itu di masjid. Saya rindu antara Asar dan Magrib ada alunan nadhom tauhid, seperti wujud, qidam, baqa,” kata Nanang.

Gelombang pertama Amengan Sepuh diikuti 20 orang. Jumlah itu disesuaikan dengan kapasitas kamar di Wisma Ikada atau Ikatan Alumni Darussalam yang digunakan peserta untuk bermalam.

Sejumlah peserta merupakan mantan pejabat yang pernah menduduki posisi penting di Ciamis dan Kota Banjar.

Mereka antara lain mantan Sekda Kota Banjar H. Sodikin, mantan Direktur PDAM Ciamis H. Cece, mantan Asda Setda Ciamis H. Yasmin Sambas, mantan Kadisdik Ciamis H. Akasah, mantan Asda H. Ika, mantan Kepala Bappeda Kota Banjar H. Tommy Subagja, serta anggota DPRD H. Ganjar M. Yusuf.

Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Mondok Semalam

Sebelum mengikuti kegiatan pesantren, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Pos Kesehatan Pesantren Darussalam Ciamis.

Pemeriksaan itu menjadi bagian penting mengingat seluruh peserta merupakan kalangan lanjut usia.

Setelah pemeriksaan, mereka beramah-tamah sebelum melaksanakan salat Jumat. Selanjutnya, para peserta masuk ke kobong dan mulai menjalani kehidupan sebagai santri.

Selama satu malam, mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan pesantren.

Suasana tersebut sekaligus membawa mereka kembali pada pengalaman kehidupan pesantren yang mungkin pernah dijalani ketika masih muda.

Bagi para peserta, Amengan Sepuh akhirnya bukan sekadar kegiatan menginap semalam di pesantren.

Program itu menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, menengok kembali kebiasaan, lalu memperbaikinya.

Di usia senja, para pensiunan itu kembali menjadi santri. Mereka belajar bahwa menuntut ilmu dan memperbaiki diri tidak mengenal batas usia.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *