Oleh karena itu, ia menuntut publik agar lebih bijak dan skeptis saat berselancar di dunia maya.
Alih-alih langsung percaya, langkah pertama yang wajib dilakukan masyarakat adalah verifikasi.
Setiap informasi atau proposal bantuan bernilai fantastis harus dicek ulang kebenarannya kepada otoritas resmi terkait.
”Jangan mudah tergiur sebelum memastikan validitas informasi tersebut. Apalagi sekarang, modus penipuan masif bergerak lewat media sosial,” ujarnya menambahkan.
Memutus Rantai Kejahatan lewat Laporan
Di akhir keterangannya, perwira menengah polri ini mengingatkan bahwa polisi tidak bisa bekerja sendirian.
Ia mengetuk kesadaran warga untuk segera melapor jika mengendus pergerakan mencurigakan atau indikasi penipuan di lingkungan sekitar mereka.
Bagi Hidayatullah, mata dan telinga masyarakat adalah kunci utama untuk mendeteksi dini sekaligus memutus rantai kejahatan sebelum memakan korban baru.
”Kami berharap warga tidak segan atau ragu untuk melapor. Melalui kolaborasi dan saling jaga, kita bisa mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan ini,” pungkasnya.














