“Saya tahu persis perjalanan KIP 2026. Saya menceritakan dan menyampaikan jauh dari keinginan,” katanya.
Meski begitu, aspirasi warga Ciharalang kembali membuka ruang bagi Asep untuk membicarakan persoalan akses pendidikan tinggi, terutama bagi keluarga yang kesulitan membayar biaya kuliah.
Bagi warga, bantuan beasiswa menjadi penting karena biaya pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berupa uang kuliah.
Ada pula kebutuhan lain seperti biaya hidup, transportasi, buku, dan kebutuhan akademik yang harus dipenuhi selama mahasiswa menjalani perkuliahan.
Karena itu, akses terhadap program beasiswa menjadi salah satu harapan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Warga Ingatkan Komitmen Beasiswa
Pertanyaan warga dalam forum reses tersebut sekaligus menjadi pengingat agar program yang pernah disampaikan kepada masyarakat dapat terus diperjuangkan.
Asep pun menerima masukan tersebut. Ia mengatakan aspirasi warga menjadi catatan untuk melihat kembali kemungkinan fasilitasi pendidikan bagi masyarakat.
Forum tersebut berlangsung interaktif. Asep sejak awal memang meminta warga tidak hanya mendengarkan, tetapi menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
“Kalau ada yang mau disampaikan, silakan kita interaktif saja,” kata Asep.
Selain persoalan beasiswa, warga dalam reses tersebut juga menyampaikan aspirasi lain, mulai dari pengembangan UMKM hingga perbaikan sarana pendidikan dan persoalan layanan kesehatan.
Namun, bagi warga yang tengah membiayai anaknya kuliah, persoalan beasiswa menjadi kebutuhan yang cukup mendesak.
Aspirasi itu kini menjadi salah satu catatan Asep Rahmat dalam Reses II Tahun Sidang 2026.
Ia diharapkan dapat kembali mencari ruang kerja sama agar semakin banyak mahasiswa asal Ciamis yang memiliki akses terhadap bantuan pendidikan.
Dengan begitu, keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.














