Karena itu, keberanian RS Fatmawati melangkah menjadi pelopor patut diapresiasi.
“Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tetapi rumah sakit kita belum berani melakukan transplantasi. Saya minta RS Fatmawati menjadi contoh. Dan hari ini, mereka berhasil,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat keberhasilan transplantasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
“Di sini tingkat kematiannya masih 60 persen, sedangkan di Korea hanya 10 persen. Karena itu kita harus terus belajar dan memperkuat kemampuan tenaga medis kita,” tegas Menkes.
Langkah Menuju Kemandirian Medis Indonesia
Keberhasilan ini bukan hanya penyelamatan satu nyawa, tetapi juga simbol kemandirian layanan kesehatan Indonesia.
Menkes berharap RS Fatmawati menjadi pusat rujukan transplantasi hati nasional dan berbagi pengalaman ke rumah sakit lain.
“Saya ingin keberhasilan ini menjadi momentum. RS Fatmawati harus terus melakukan operasi serupa dan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain,” ujar Budi.
Sumber : (Kemenkes RI)














