”Peserta jauh-jauh datang dari Bandung, Cikijing, Tasikmalaya, hingga Garut. Ini membuktikan bahwa olahraga tradisional ketapel atau bandring masih memiliki daya tarik yang luar biasa kuat,” ujar Emuh.
Selain menjadi wadah silaturahmi antar-komunitas, ajang ini juga bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus melatih konsentrasi, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda.
Polisi Pastikan Penonton Nyaman, Lomba Lancar
Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kapolsek Kawali AKP Hj. Iis Yeni Idaningsih menegaskan, kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk menjamin keamanan total.
Petugas terus memantau situasi dari pagi hingga pengumuman juara demi mengantisipasi potensi gangguan sekecil apa pun.
”Kami mendukung penuh kegiatan positif yang melestarikan budaya lokal seperti ini. Tugas kami adalah memastikan para peserta bisa bertanding dengan fokus, dan penonton pun nyaman menikmati hiburan,” kata AKP Iis Yeni, Selasa (16/6/2026).
Langkah proaktif aparat kepolisian ini pun menuai pujian dari warga yang memadati area lapangan.
Berkat penjagaan yang humanis namun tetap siaga, seluruh rangkaian festival ketapel ini sukses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.














