“Kita negara demokratis, kita tidak anti-kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.
Selain menyinggung LSM, Prabowo juga menyoroti pemberitaan media mengenai pembangunan sekolah.
Ia mengatakan pemerintah telah memperbaiki sekitar 67 ribu sekolah di berbagai daerah.
Namun, menurutnya, masih ada media yang lebih memilih menampilkan sekolah-sekolah yang belum tersentuh pembangunan dibandingkan capaian yang telah dilakukan pemerintah.
Prabowo mengaku memahami pola pemberitaan tersebut. Meski tidak menyebut nama media tertentu, ia memberi sinyal mengetahui pihak-pihak yang dimaksud.
Singgung Prediksi Indonesia Akan “Collapse”
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengkritik berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami collapse atau keruntuhan.
Ia menilai narasi tersebut terus diulang hampir setiap bulan, tetapi tidak pernah terbukti.
Menurutnya, isu semacam itu hanya bertujuan membangun persepsi negatif dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ia kemudian mengibaratkan situasi tersebut seperti pertandingan sepak bola.
Dalam analoginya, pemerintah adalah tim yang sedang bertanding, sementara masyarakat diharapkan menjadi pendukung yang memberikan semangat, bukan justru menjatuhkan mental tim sendiri.
“Orang lagi bertanding, jangan diturunkan moralnya. Masa suporternya sendiri bilang nanti kalah, nanti kalah. Itu suporter macam apa?” kata Prabowo.














