Sementara itu, untuk jenis nonsubsidi, harganya akan tetap mengikuti fluktuasi pasar.
”Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” tegas Bahlil.
Langkah ini diambil sebagai strategi matang pemerintah dalam membentengi ekonomi masyarakat kecil dari gejolak global.
“Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan,” lanjutnya.
Bahlil Tepis Isu Kelangkaan
Selanjutnya, Bahlil juga meluruskan isu miring terkait pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Ia membantah keras rumor yang menyebut stok batu bara untuk pembangkit listrik nasional tengah langka.
Menurutnya, realisasi penugasan batu bara domestik telah mengamankan angka 170 juta ton.
Kendala listrik yang terjadi belakangan ini murni karena masalah teknis pada mesin PLN, bukan karena habisnya bahan bakar.
”Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton. Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” pungkas Bahlil.














