PC IMM membongkar meningkatnya kasus sosial seperti kekerasan seksual dan perundungan (bullying) yang menghantui para siswa.
Mereka menilai institusi pendidikan gagal menjadi ruang inklusif karena lemahnya pengawasan terhadap perkembangan mental dan karakter siswa.
Kondisi ini, menurut PC IMM, merupakan dampak langsung dari tumpulnya sistem pengawasan dan evaluasi yang dilakukan Dinas Pendidikan terhadap fakta di lapangan.
Lima Ultimatum untuk Perbaikan
Menyikapi berbagai borok tersebut, PC IMM Ciamis Raya mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis.
Mereka melayangkan lima tuntutan utama, mulai dari memperkuat pemerataan akses berbasis wilayah hingga mengembangkan kebijakan perlindungan siswa yang komprehensif guna menjamin kesehatan mental.
Selain itu, mahasiswa menuntut adanya transparansi dalam evaluasi program pendidikan.
Kemudian, pembentukan sistem pengawasan partisipatif yang melibatkan siswa sebagai kontrol sosial.
Bagi PC IMM, perbaikan sektor pendidikan adalah tanggung jawab kolektif yang tak bisa lagi ditunda.














