banner 720x220
News  

Menkomdigi Ajak Publik Lawan Hoaks Demo Jelang HUT RI

(Dok, foto. Kemkomdigi RI)
(Dok, foto. Kemkomdigi RI)

Sebagian lainnya menggunakan video lama, lalu dipadukan dengan narasi baru agar tampak relevan dengan situasi saat ini.

Bahkan, ada pula video dari luar negeri yang diklaim sebagai kejadian di Indonesia.

“Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah terus menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya kerja jurnalistik yang mengutamakan verifikasi.

Menurut dia, pemberitaan yang cepat sekaligus tepat dapat mencegah masyarakat terjebak dalam narasi palsu yang sengaja dibangun untuk memicu keresahan.

“Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan,” kata Meutya.

Di sisi lain, Meutya juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai ataupun membagikan video yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Ia menjelaskan, unggahan ulang video lama tanpa penjelasan mengenai waktu dan konteks dapat membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.

Dampaknya bukan hanya menciptakan kebingungan, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi di ruang digital.

“Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Karena informasi hoaks itu berdampak pada keputusan orang per orang dari hari ke hari. Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,” ujar Meutya.

Mengajak Masyarakat Jaga Ruang Digital

Menutup keterangannya, Meutya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat.

Ia berharap media, pemerintah, dan masyarakat sama-sama mengedepankan informasi yang faktual, terverifikasi, serta bermanfaat bagi publik.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak ikut memperluas penyebaran hoaks maupun disinformasi.

“Maka saya mengimbau, jangan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan membuat ketakutan di tengah masyarakat menggunakan data yang tidak benar,” katanya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *