CIAMIS, Kondusif.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi, mengenalkan sejarah kepada generasi muda menjadi tantangan tersendiri.
Berangkat dari semangat tersebut, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Ciamis mengajak para kadernya menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Galuh melalui kegiatan eksplorasi budaya di Situs Karangkamulyan, salah satu kawasan cagar budaya paling bersejarah di Tatar Galuh.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan wisata sejarah, tetapi dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang menghubungkan pelajar dengan akar peradaban daerahnya.
Bagi IPM, kaderisasi tidak hanya membentuk kemampuan intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya sejarah, budaya, dan identitas lokal sebagai fondasi membangun masa depan.
Selama kegiatan berlangsung, para kader diajak menyusuri berbagai titik bersejarah di kawasan Situs Karangkamulyan, mulai dari Pangcalikan Raja, Sanghyang Bedil, Cikahuripan, Panyabungan Hayam, hingga kawasan hutan yang masih terjaga keasriannya.
Setiap lokasi menjadi ruang refleksi untuk memahami perjalanan panjang Kerajaan Galuh yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban di tanah Pasundan.
Ketua Umum PD IPM Kabupaten Ciamis, Dwi Sepriyanti, menegaskan bahwa pelajar memiliki tanggung jawab moral untuk mengenal sejarah daerahnya sebagai bagian dari pembentukan karakter dan jati diri.
“Kemajuan tidak lahir dari generasi yang melupakan sejarahnya. Justru dengan memahami perjalanan peradaban Galuh, kita belajar tentang nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, persatuan, serta tanggung jawab dalam membangun masyarakat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan oleh kader IPM dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurut Dwi, Situs Karangkamulyan bukan hanya menyimpan peninggalan arkeologis, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur yang tetap relevan hingga saat ini.
Semangat kepemimpinan, kecintaan terhadap tanah kelahiran, penghormatan terhadap ilmu pengetahuan, hingga kemampuan membangun peradaban menjadi pelajaran penting yang dapat dipetik oleh generasi muda.














