banner 720x220
News  

Mantan Presma Unigal 2017: Dugaan Oknum Mahasiswa Jadi Pengedar Narkotika Pukulan Telak bagi Kampus

Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Galuh periode 2017, Ade Apipudin. (Dok, foto. Istimewa)
Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Galuh periode 2017, Ade Apipudin. (Dok, foto. Istimewa)

Kampus, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa hingga alumni harus terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat.

Ade mengenang saat dirinya masih aktif sebagai mahasiswa dan memimpin organisasi kemahasiswaan.

Kala itu, dosen disebut memiliki kedekatan yang cukup erat dengan mahasiswa sehingga berbagai persoalan dapat segera dideteksi dan diselesaikan.

“Pola pembinaan saat saya menjadi mahasiswa, dosen sangat berperan ketika ada mahasiswa yang mengalami masalah. Dosen juga menjadi ruang komunikasi bagi mahasiswa sehingga mereka merasa nyaman dan tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan,” ungkapnya.

Ia juga menilai organisasi mahasiswa atau ormawa memiliki posisi strategis dalam mencegah munculnya perilaku berisiko di kalangan mahasiswa, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, Ade mendorong agar ormawa diberikan ruang lebih besar untuk menjalankan program-program pembinaan dan edukasi.

“Ormawa harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Tetapi lembaga kampus juga harus hadir mendukung dan membantu program-program yang dijalankan organisasi mahasiswa,” tegasnya.

Dorong Kerja Sama dengan BNN dan Alumni

Selain pembinaan internal, Ade juga menilai perlu adanya kolaborasi yang lebih kuat antara kampus dengan berbagai pihak.

Termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, organisasi mahasiswa, serta alumni.

Menurutnya, langkah pencegahan seharusnya dilakukan jauh sebelum muncul kasus, bukan setelah persoalan mencuat ke publik.

“Sangat penting ada kerja sama dengan BNN, kepolisian, organisasi mahasiswa dan alumni. Jangan menunggu kejadian seperti ini dulu baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” katanya.

Ade juga menyatakan para alumni siap berkontribusi apabila dilibatkan dalam upaya membangun lingkungan kampus yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Ia berharap kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut dapat menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Semoga Universitas Galuh menjadi lebih baik lagi. Kasus ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *