banner 720x220

Mengapa Hari Jadi Ciamis Diperingati 12 Juni? Begini Jejak Sejarah yang Jarang Diketahui

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. (Dok, foto. Istimewa)
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. (Dok, foto. Istimewa)

Ciamis,Kondusif.com,- Tahukah Anda mengapa Kabupaten Ciamis memperingati hari jadinya setiap tanggal 12 Juni? Ternyata, momentum sakral ini merujuk pada sebuah peristiwa sejarah besar: eksodus atau perpindahan pusat pemerintahan Tatar Galuh kuno dari Cineam menuju Imbanagara.

Peristiwa yang populer dengan sebutan boyongan inilah yang kini menjadi bahan bakar utama bagi masyarakat untuk menyongsong masa depan.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengupas tuntas memori kolektif tersebut.

Ia menegaskan hal ini saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 di Gedung DPRD Ciamis, Jumat (12/6/2026).

​Mewakili Pemprov Jabar, Herman mengingatkan bahwa hari jadi ini bukan sekadar ritual seremonial tahunan.

Sebaliknya, momen ini merupakan alarm bagi generasi muda Sunda untuk mengingat kembali betapa dahsyatnya pengaruh Kerajaan Galuh di masa lampau.

​”Tatar Galuh adalah salah satu pilar penting dalam sejarah Tatar Sunda. Ketika berbicara tentang perjalanan Sunda, kita tidak bisa melepaskan peran Galuh dalam membangun fondasi peradaban yang kita kenal hari ini,” ujar Herman dengan nada takzim di hadapan para peserta sidang.

​Menghidupkan Kembali Amanat Suci Leluhur Galuh

​Herman menjelaskan bahwa perpindahan pusat kabupaten ke Imbanagara menjadi tonggak krusial yang merombak jalannya roda pemerintahan daerah.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak membiarkan nilai-nilai luhur dari peristiwa sejarah tersebut menguap begitu saja.

Warisan para leluhur harus bertransformasi menjadi energi positif untuk menuntaskan berbagai tantangan pembangunan modern.

​Menariknya, nilai sejarah ini bersenyawa langsung dengan tema besar HUT Ciamis tahun ini, yaitu “Guyub Ngawangun Galuh”.

Menurut Herman, filosofi gotong royong yang terkandung dalam tema tersebut merefleksikan cara para leluhur terdahulu bertahan dan membangun peradaban.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *