”Guyub Ngawangun Galuh adalah tema yang sangat baik. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan menjadi kunci untuk mewujudkan kemajuan,” tuturnya.
Herman menambahkan bahwa esensi tertinggi dari menghargai sejarah adalah dengan mewujudkan tujuan utama para pendahulu, yaitu kemakmuran rakyat.
Beruntung, Ciamis berhasil menunjukkan tren positif, salah satunya terlihat dari kemampuan daerah menekan angka pengangguran terbuka hingga di kisaran 4 persen.
”Pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Itu sejalan dengan amanat para leluhur Galuh yang menempatkan kemakmuran masyarakat sebagai tujuan utama,” tegas Herman.
Bupati Herdiat: Sejarah adalah Energi Baru Ciamis
Senada dengan Sekda Jabar, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sepakat bahwa sejarah panjang 384 tahun ini harus menjadi pelecut semangat kontribusi bagi warga Ciamis.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang diwariskan sejak era boyongan terbukti ampuh menjadi fondasi kekuatan Ciamis hingga detik ini.
”Sesuai dengan tagline Hari Jadi tahun ini, Guyub Ngawangun Galuh adalah motivasi bagi kita semua untuk bersama-sama membangun Ciamis menjadi lebih baik,” ungkap Herdiat optimis.
Meskipun saat ini Ciamis sedang menikmati tren ekonomi yang positif, Herdiat secara terbuka mengakui bahwa tantangan zaman terus bergulir.
Maka dari itu, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan berhenti mengejar ketertinggalan di sektor infrastruktur, mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi mikro.
Baginya, perayaan HUT ke-384 ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan momentum transfer energi dari kejayaan masa lalu menuju kemajuan masa depan.
”Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, insyaallah Ciamis akan terus maju, berkembang, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkas Herdiat mantap.














