Ciamis,Kondusif.com,- Di balik kemeriahan perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, aroma otokritik justru berembus kencang di ruang sidang paripurna. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara blak-blakan mengakui bahwa daerahnya masih mengantongi segudang pekerjaan rumah (PR) berat yang belum tuntas.
Mulai dari urusan memoles infrastruktur yang compang-camping, menaikkan mutu pendidikan, hingga mematangkan pelayanan kesehatan warga.
Pengakuan jujur tersebut terlontar langsung saat Herdiat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 di Gedung DPRD Ciamis, Jumat (12/6/2026).
Alih-alih melulu memamerkan kesuksesan, Herdiat justru memanfaatkan momen ulang tahun ini sebagai ajang refleksi total.
Menurutnya, jargon “Guyub Ngawangun Galuh” yang diusung tahun ini harus menjadi cambuk bagi seluruh jajaran birokrasi untuk mempercepat eksekusi program di lapangan.
”Masih banyak yang harus kita kerjakan. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya harus terus ditingkatkan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” aku Herdiat tanpa tedeng aling-aling di hadapan para anggota dewan.
Sentilan Pemprov Jabar: Jangan Terlena Angka Indah!
Tantangan nyata ini rupanya juga mendapat sorotan tajam dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, yang hadir mewakili penjabat gubernur, langsung mewanti-wanti Pemkab Ciamis agar tidak cepat puas dengan capaian makro.
Herman memang memuji keberhasilan Ciamis yang sukses menekan angka pengangguran terbuka hingga ke level 4 persen.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potret kesejahteraan riil di lapisan masyarakat terbawah masih membutuhkan kerja keras dan pemerataan.
”Pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Itu sejalan dengan amanat para leluhur Galuh yang menempatkan kemakmuran masyarakat sebagai tujuan utama,” sentil Herman mengingatkan filosofi dasar kepemimpinan Tatar Galuh.














