banner 720x220
News  

Lapas Ciamis Kenalkan Karya Musik Warga Binaan ke Masyarakat

Ciamis,Kondusif.com,- Jeruji besi dan ruang sunyi terbukti tidak mampu memasung kreativitas. Lewat festival musik akbar “Malam Harmoni Tanpa Batas” yang digelar di Taman Lokasana, Ciamis, Selasa (17/06/2026) malam, Lapas Kelas IIB Ciamis resmi mengenalkan dan meluncurkan album lagu karya para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke hadapan publik.

​Gelaran ini menjadi sangat spesial karena dirancang sekaligus untuk memperingati Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini memadukan kolaborasi antara Pemkab Ciamis, Lapas Ciamis, Polres Ciamis.

Kemudian, Yayasan Bakti Anak Negeri, unsur Forkopimda, komunitas seni, hingga musisi nasional seperti Charly Van Houten dan Yayan Jatnika.

​Mahakarya dari Ruang Sunyi Balik Jeruji Besi

​Penampilan dari tim Pojok Musik Lapas Ciamis menjadi salah satu agenda utama yang paling menyedot perhatian ribuan pasang mata.

Karya-karya yang mereka bawakan malam itu lahir dari ruang sunyi, untaian rasa penyesalan.

Hingga ketakutan di balik jeruji besi, namun dikemas menjadi sebuah langkah tanpa batas yang bernilai seni tinggi.

​Sebagai penanda dibuka jalannya berekspresi, tim Pojok Musik menyanyikan lagu pertama berjudul “Bisikan Setan”.

Sebuah lagu mendalam yang diciptakan langsung oleh Kalapas Ciamis, Supriyanto.

Setelah itu, mereka berturut-turut menyanyikan deretan lagu yang ada di dalam album baru tersebut.

​”Kita sangat berterima kasih karena telah diberikan kesempatan emas untuk berpartisipasi dan tampil dalam acara sebesar ini,” ujar salah satu perwakilan WBP dari Pojok Musik di atas panggung.

​Strategi ‘Gemoi’ dan Pelayanan untuk Masyarakat

​Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, melalui sambutan videonya, menegaskan bahwa mahakarya Pojok Musik ini dipersembahkan khusus untuk warga Tatar Galuh Ciamis.

Lewat wadah ini, pihak Lapas sukses menerapkan strategi gerakan memuliakan orang Indonesia (Gemoi), salah satunya dengan mengubah sebutan narapidana menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

​”Melalui Pojok Musik Lapas, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif. Karya yang ditampilkan malam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang terus kami lakukan,” papar Supriyanto.

​Tak hanya menyuguhkan hiburan di atas panggung, Lapas Ciamis juga menyediakan stan UMKM yang memamerkan berbagai produk produktivitas hasil karya tangan warga binaan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *