banner 720x220
News  

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Mundur, Pilih Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri

(Dok, foto. Facebook/@Nanik Sudaryati Deyang)
(Dok, foto. Facebook/@Nanik Sudaryati Deyang)

“Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” ujarnya.

Ia pun menepis anggapan bahwa target 82 juta penerima manfaat MBG berkaitan dengan Pemilu 2029.

Menurutnya, mayoritas penerima manfaat saat ini masih balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu,” katanya.

Selain berdampak terhadap peningkatan gizi, Nanik menilai MBG juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Ia mencontohkan ketika program MBG berhenti sementara selama libur sekolah tiga minggu, petani, peternak hingga pedagang pasar merasakan dampaknya.

“Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya,” ungkapnya.

Tinggalkan Reformasi di Tubuh BGN

Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan berbagai pembenahan di lingkungan Badan Gizi Nasional.

Ia mengatakan telah mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari lima kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan.

“Dengan diambil dari berbagai kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya,” tulisnya.

Tak hanya itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi untuk memperbaiki tata kelola program MBG.

Salah satunya bertugas melakukan refocusing penerima manfaat guna memastikan lebih dari 62 juta penerima saat ini benar-benar tepat sasaran.

Menurut Nanik, Presiden juga telah menyetujui agar prioritas program MBG difokuskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa SD hingga SMP, serta peserta didik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Selain itu, dibentuk pula tim evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi untuk memastikan seluruhnya memenuhi ketentuan sesuai petunjuk teknis.

Di akhir unggahannya, Nanik mengaku optimistis penggantinya mampu melanjutkan pembenahan di Badan Gizi Nasional.

“Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya. Mari kita dukung program MBG. Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” tutupnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *