Tak hanya berhenti di urusan bibit, pemerintah juga menyiapkan dana lebih dari Rp 3 triliun khusus untuk infrastruktur pengairan, termasuk program pompanisasi dan perluasan jaringan irigasi di wilayah lumbung pangan.
Komitmen Daerah

Menanggapi arahan pusat, Bupati Herdiat Sunarya menyatakan kesiapannya untuk mengawal program-program strategis tersebut di level akar rumput.
Bagi Herdiat, sektor pertanian merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Ciamis yang harus terus diproteksi dan dikembangkan.
”Kami hadir untuk memastikan adanya sinkronisasi kebijakan yang lebih tajam. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci, terutama dalam mengerek angka produksi, memperlancar distribusi, dan yang terpenting, meningkatkan kesejahteraan petani di Ciamis,” tegas Herdiat usai acara.
Menjawab Tantangan Modernisasi
Selain membahas alokasi anggaran, Rakornas ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk memetakan solusi atas berbagai kendala lapangan.
Isu-isu sensitif seperti dampak perubahan iklim, fluktuasi ketersediaan pupuk.
Kemudian, urgensi adopsi teknologi pertanian modern menjadi poin utama yang dibedah dalam forum tersebut.
Melalui partisipasi aktif dalam rakornas ini, Pemkab Ciamis berharap akses petani lokal terhadap bantuan pusat.
Baik berupa teknologi maupun subsidi sarana produksi, dapat semakin terbuka lebar demi menjaga stabilitas pangan di Jawa Barat.














