banner 720x220

Kemarau, Debit Air Cadas Ngampar Ciamis Turun, Tubing Terpaksa Setop

Debit air sungai di wisata cadas ngampar menurun saat musim kemarau. (Dok, foto. Kondusif.com)
Debit air sungai di wisata cadas ngampar menurun saat musim kemarau. (Dok, foto. Kondusif.com)

Selain camping, wisatawan juga bisa memilih fasilitas homestay yang tersedia di kawasan Desa Wisata Gunungsari.

Air Hulu Jadi Andalan Cadas Ngampar

Kondisi kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi Cadas Ngampar karena air merupakan salah satu kekuatan utama destinasi tersebut.

Fauzan mengatakan Cadas Ngampar memiliki aliran air yang berasal langsung dari hulu sungai.

Pengelola selama ini berupaya menjaga kualitas dan kelestarian sumber air tersebut.

Selain aktivitas berenang, kawasan ini juga menawarkan batuan alam yang menjadi asal nama Cadas Ngampar.

“Cadas Ngampar itu dari dua kata. Ada cadas, ada ngampar. Cadas itu batu, ngampar itu terhampar,” tuturnya.

Karena itu, kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi.

Pengelola sebelumnya juga melakukan penanaman pohon di kawasan hulu sungai.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ekosistem air sekaligus mempertahankan kondisi alam Cadas Ngampar.

Pernah Diserbu 10 Ribu Wisatawan

Di luar kondisi kemarau saat ini, Cadas Ngampar sebenarnya memiliki potensi kunjungan yang cukup besar.

Fauzan mengatakan jumlah wisatawan terus mengalami peningkatan sejak 2022.

Bahkan, saat momentum Tahun Baru 2026, jumlah pengunjung yang tercatat melalui ticketing mencapai lebih dari 10 ribu orang.

“Di tahun baru 2026, pada bulan Januari, ada lebih dari 10.000 pengunjung yang masuk ke wisata sesuai dengan ticketing yang kita jual,” katanya.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan situasi saat kemarau.

Menurunnya debit air membuat aktivitas wisata air berkurang dan berdampak terhadap jumlah wisatawan.

Meski demikian, pengelola memilih beradaptasi dengan kondisi tersebut. Camping dan homestay kini menjadi alternatif yang terus ditawarkan kepada wisatawan.

Dengan strategi itu, pengelola berharap Cadas Ngampar tetap menjadi pilihan wisata meski musim kemarau belum berakhir.

Apalagi, Desa Wisata Gunungsari kini tengah membawa nama Ciamis setelah masuk 10 besar desa/kampung wisata Jawa Barat dan bersiap menghadapi tahapan berikutnya di tingkat nasional.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *