CIAMIS,Kondusif.com,- Selama ini, warga Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, harus menempuh jalan memutar untuk menuju Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi. Ada pula yang memilih menyeberangi sungai ketika ingin mencapai wilayah di seberang.
Jalur itu kini berubah. Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan kedua desa tersebut mulai digunakan setelah diresmikan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Jembatan gantung itu menjadi akses alternatif bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan jalur penghubung.
Perjalanan menuju sawah, sekolah, pasar, maupun fasilitas pelayanan masyarakat kini bisa ditempuh melalui jalur yang lebih dekat.
Perubahan itu terutama dirasakan warga yang sehari-hari beraktivitas di dua wilayah tersebut.
Sebelum jembatan tersedia, mereka harus mengalokasikan waktu dan biaya lebih banyak karena jalur yang tersedia mengharuskan perjalanan memutar.
Situasi menjadi lebih sulit ketika warga memilih menyeberangi sungai.
Selain bergantung pada kondisi air, cara tersebut juga tidak selalu aman.
Kini, jembatan sepanjang jalur penghubung antardesa itu memberikan pilihan baru.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dilakukan melalui program Kodim 0613/Ciamis. TNI mengerjakannya bersama masyarakat selama sekitar satu bulan.
Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman Triyadi mengatakan pembangunan jembatan tersebut sebenarnya telah lama menjadi harapan masyarakat.
“Pembuatan jembatan ini merupakan cita-cita lama dan baru dapat terealisasi serta diresmikan saat ini,” kata Andang.














