banner 720x220
News  

HUT ke-81 TNI di Ciamis Dirayakan Sederhana, 2.000 Porsi Makanan Dibagikan ke Warga

Foto: istimewa
Foto: istimewa

CIAMIS,Kondusif.com,- Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Ciamis berlangsung tanpa kemeriahan berlebihan. Seusai upacara, prajurit, polisi, pemerintah daerah, dan masyarakat justru berkumpul dalam suasana yang lebih cair.

Upacara digelar di Halaman Pendopo Ciamis, Senin, 5 Oktober 2026. Tahun ini, peringatan HUT TNI mengangkat tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada upacara. Sejumlah penampilan seperti tari komando dan rampak gendang ikut mengisi acara.

Unsur TNI, Polri, dan masyarakat terlibat dalam pertunjukan tersebut.

Setelah itu, sekitar 2.000 porsi makanan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Yang menarik, makanan tersebut tidak seluruhnya disiapkan oleh satu pihak.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan di Ciamis ikut memasok makanan melalui jajaran Koramil dan unsur terkait.

Pelibatan UMKM membuat perayaan HUT TNI kali ini tidak hanya menjadi acara internal institusi.

Masyarakat ikut mengambil bagian, sementara pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf. Antonius Ari Widiono mengatakan pihaknya memang tidak ingin mengemas peringatan HUT TNI secara berlebihan.

“Peringatan hari ini cukup sederhana, tidak terlalu bermewah-mewahan. Tapi kita bisa mengambil makna kebersamaan dan saling bersilaturahmi di antara kita dengan unsur masyarakat juga,” kata Antonius.

Menurut dia, peringatan HUT TNI semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara prajurit dengan masyarakat.

TNI Dituntut Makin Profesional di Tengah Perubahan

Kedekatan dengan masyarakat, kata Antonius, menjadi bagian penting dari kekuatan TNI.

Sebab, kepercayaan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari pengabdian dan interaksi yang terus terjaga.

Dalam amanatnya, Antonius juga mengingatkan prajurit dan ASN TNI agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan.

Modernisasi pertahanan, menurut dia, harus berjalan bersama dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme personel.

“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” ujarnya.

Ia menilai tantangan yang dihadapi TNI kini semakin kompleks. Perubahan situasi global, perkembangan teknologi informasi, ancaman terhadap keutuhan wilayah, hingga perubahan karakter konflik menuntut prajurit mampu beradaptasi.

Karena itu, Antonius mendorong prajurit menjadikan prinsip PRIMA sebagai budaya kerja.

banner 720x220

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *