Berdasarkan data resmi panitia, dua jemaah asal Ciamis dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Tak hanya itu, tim medis dari Dinas Kesehatan juga langsung bergerak cepat setibanya rombongan di Ciamis.
Petugas melarikan dua jemaah ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan intensif karena kondisi penyakit penyerta (komorbid) yang mereka derita.
”Betul, ada dua jemaah yang langsung dirawat karena faktor komorbid. Mari kita doakan bersama agar mereka lekas sembuh dan bisa segera berkumpul kembali di rumah bersama keluarga,” harap Nana.
Di luar kondisi tersebut, mayoritas jemaah haji berada dalam kondisi fisik yang sehat dan prima.
Pelukan hangat dan tetesan air mata bahagia dari pihak keluarga yang menjemput menyambut langkah mereka menuju rumah masing-masing.
Sebelum melepas kepulangan jemaah, Nana Supriatna menitipkan sebuah pesan menyentuh.
Ia berharap ratusan jemaah yang kini telah menyandang gelar haji tersebut mampu merawat nilai-nilai spiritual yang didapat dari Mekah dan Madinah.
”Semoga seluruh jemaah bisa terus menjaga kemabruran hajinya, bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, serta mampu menjadi teladan yang menyejukkan di tengah-tengah keluarga maupun masyarakat,” pungkas Nana.














