banner 720x220
News  

Ghozin Kembali Menakhodai Balad Galuh hingga 2031, Targetkan Perluasan Korwil

Mubes Balad Galuh 2026, Ghozin kembali dipilih menjadi ketua Balad Galuh periode 2026-2031. (Dok, foto. Kondusif.com)
Mubes Balad Galuh 2026, Ghozin kembali dipilih menjadi ketua Balad Galuh periode 2026-2031. (Dok, foto. Kondusif.com)

“Kritik itu untuk membangun. Itu kewajiban kita mengawal PSGC,” katanya.

Ia mengakui Balad Galuh masih merupakan kelompok suporter yang relatif kecil.

Namun, ia menyebut ambisi organisasi jauh lebih besar daripada jumlah anggotanya saat ini.

“Suporter ini masih kecil, tapi mimpi kita sangat besar,” ujar Ghozin.

Manajemen PSGC Minta Suporter Pertahankan Sikap

Perwakilan manajemen PSGC Ciamis, Ayi Daud, turut hadir dalam Mubes tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena CEO PSGC Ciamis sekaligus Bupati Ciamis Herdiat tidak dapat menghadiri kegiatan.

Sejumlah pengurus utama PSGC juga absen karena tim sedang menjalani agenda lain.

Pada hari yang sama, PSGC menjalani laga uji coba melawan Persiba Balikpapan di Boyolali.

Ayi menilai hubungan antara Balad Galuh dan PSGC selama ini berjalan cukup baik.

Kritik keras dari suporter, menurut dia, merupakan bagian dari dinamika sepak bola selama tetap disampaikan secara wajar.

Ia mengaku pernah mengalami berbagai bentuk tekanan ketika masih menjadi pelatih.

Mulai dari mendapat pujian hingga kritik keras dari suporter.

Karena itu, Ayi meminta Balad Galuh mempertahankan karakter dukungan yang tidak berujung pada tindakan anarkis.

“Selama ini teman-teman Balad Galuh memberikan saran, kritik, evaluasi masih dalam tahap yang sangat wajar, tidak dengan adanya anarkis dan perusakan,” ujarnya.

Menurut Ayi, karakter tersebut semakin penting karena PSGC kini kembali bermain di Liga 2.

Standar kompetisi, kata dia, sudah jauh berbeda dibandingkan ketika PSGC terakhir tampil di Liga 2 pada 2019.

Perubahan itu mencakup penyelenggaraan pertandingan, standar stadion, pemain, media, hingga suporter.

Salah satu perubahan penting ialah dibukanya kembali kesempatan bagi suporter tandang atau away.

Ayi menjelaskan suporter yang ingin membeli tiket pertandingan tandang harus lebih dulu melakukan registrasi melalui Sobat Liga.

Ketentuan itu menjadi bagian dari sistem kompetisi Liga 2.

Untuk tim tuan rumah, panitia juga wajib menyediakan sekitar 5-8 persen kapasitas stadion bagi suporter tim tamu.

Dengan kapasitas stadion sekitar 12 ribu penonton, PSGC diperkirakan menyiapkan hingga sekitar 700 tiket bagi suporter away.

Jumlah tersebut masih dapat disesuaikan berdasarkan komunikasi dengan kelompok suporter lawan menjelang pertandingan.

Menatap Liga 2

PSGC dijadwalkan menjalani pertandingan kompetitif pertamanya pada 12 September 2026 melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Ayi berharap persiapan tim menghasilkan performa yang lebih baik.

Pasalnya, dua laga uji coba terakhir PSGC belum memberikan hasil yang memuaskan.

Karena itu, dukungan suporter dinilai penting untuk menjaga semangat tim sekaligus menjadi pengingat agar evaluasi terus berjalan.

Ghozin pun menyampaikan harapan serupa. Ia ingin PSGC menjadi tim yang disegani lawan, bukan hanya karena sejarahnya, tetapi juga karena permainan di lapangan.

“Kekalahan dalam beberapa kali uji coba mudah-mudahan bisa dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik,” kata dia.

Setelah Mubes, pekerjaan Balad Galuh belum selesai.

Pengurus baru akan menghadapi agenda pembesaran organisasi, pembentukan korwil, serta persiapan mendukung PSGC menghadapi kompetisi.

Bagi Ghozin, lima tahun ke depan bukan semata-mata soal mempertahankan sebuah kepengurusan.

Ia ingin Balad Galuh tumbuh tanpa kehilangan identitasnya: loyal kepada PSGC, kritis ketika diperlukan, dan tetap menghormati suporter lain.

Dengan mandat baru itu, Ghozin kembali memimpin Balad Galuh hingga 2031.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *