Kehadiran personel berseragam cokelat di tengah pemukiman mendapat respons positif.
Tokoh masyarakat setempat menilai, obrolan langsung di teras rumah seperti ini jauh lebih efektif membangun ikatan emosional ketimbang sekadar memasang spanduk imbauan.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, melalui Kapolsek Cijeungjing AKP Purwanto, menegaskan bahwa gerilya dialogis ini merupakan bagian dari instruksi komando atas.
Menurut Purwanto, sambang warga adalah instrumen paling vital dalam memperkuat deteksi dini.
”Ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sarana memperkuat kolaborasi antara polisi, aparatur desa, dan warga. Kehadiran Bhabinkamtibmas secara fisik di lapangan otomatis menghadirkan rasa aman sekaligus memicu partisipasi aktif warga untuk menjaga lingkungannya,” kata Purwanto.
Merasa Aman karena Komunikasi Setara
Gayung bersambut, warga Desa Bojongmengger mengapresiasi konsistensi Polsek Cijeungjing.
Mereka mengaku kenyamanan di desa meningkat karena polisi kini lebih sering terlihat berpatroli dan menyapa warga.
Menariknya, warga merasa lebih dihargai karena komunikasi yang dibangun aparat berlangsung secara terbuka, santun, dan penuh kekeluargaan.
Tak ada kesan kaku atau intimidatif. Melalui pola hubungan yang setara ini, warga berharap tradisi sambang rutin terus terjaga, agar situasi di Kecamatan Cijeungjing tetap aman, damai, dan terbebas dari jerat kriminalitas.














