“Gebyarkan di Stadion Galuh. Kita kumpulkan 20 ribu masyarakat Ciamis memainkan angklung bersama,” ucapnya yang disambut antusias para peserta.
Menurut Herdiat, masyarakat Ciamis memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
Modal tersebut diyakini mampu menyukseskan agenda budaya berskala besar sekaligus memperkuat identitas daerah.
Selain menjadi hiburan masyarakat, Gebyar Angklung juga diharapkan mampu menjadi agenda budaya unggulan yang dapat menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Ciamis.
Ajak Generasi Muda Cintai Angklung
Dalam kesempatan itu, Herdiat juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan angklung sebagai warisan budaya Sunda.
“Angklung adalah budaya seni leluhur urang Sunda. Mudah-mudahan yang mencintai angklung bukan hanya kakek dan nenek saja, tetapi juga generasi muda kita,” tuturnya.
Ia juga menyinggung bahwa angklung selama ini lebih dikenal melalui Saung Angklung Udjo di Bandung.
Namun, menurutnya, banyak angklung yang diproduksi di Kabupaten Ciamis sehingga daerah ini juga layak dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan angklung.
Karena itu, Herdiat berharap Gebyar Angklung terus dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan.
Yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat citra Ciamis sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya.














